Pengenalan Lapangan Pendidikan (PLP) di SMK PGRI 5 Serpong

Mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Pamulang, dengan minat pada bidang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nur Aliyudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tangerang Selatan – Kegiatan Pengenalan Lapangan Pendidikan (PLP) merupakan program akademik yang wajib diikuti mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam fakultas Agama Islam Universitas Pamulang. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK PGRI 5 Serpong, Jl. Raya Puspiptek, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada rabu (23/09/2026) hingga jumat (30/10/2026). Tujuannya memberi pengalaman langsung tentang manajemen pendidikan, terutama pengelolaan sarana dan prasarana sekolah.
SMK PGRI 5 Serpong merupakan sekolah swasta berakreditasi A yang berdiri di atas lahan seluas 2.250 meter persegi. Sekolah dipimpin Kepala Sekolah Encum Sumiati S.Pd. Selama kegiatan, mahasiswa dibimbing oleh Afifuddin Nur S.Pd
Gambaran Prasarana Sekolah
Berdasarkan data sarana dan prasarana yang diperoleh dari pihak sekolah, SMK PGRI 5 Serpong memiliki 16 jenis prasarana. Di antaranya 15 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, ruang BK, perpustakaan, laboratorium komputer, ruang BC (Bisnis Center), ruang UKS, musala, 4 toilet siswa, 2 toilet guru, gudang, lapangan, kantin, dan tempat parkir. Dari seluruh prasarana tersebut, hampir semuanya dalam kondisi baik. Hanya satu dari 15 ruang kelas yang tercatat rusak ringan, dan tidak ada prasarana yang rusak berat.
Sarana Pembelajaran
Pada data sarana pembelajaran, sekolah memiliki 375 meja dan 375 kursi siswa, 15 meja dan kursi guru, 15 papan tulis, 15 lemari, serta 8 rak buku. Untuk penunjang teknologi, tercatat 30 unit komputer, 10 laptop, 4 proyektor, 6 printer, 5 speaker, 5 AC, 45 kipas angin, dan 10 kamera CCTV, ditambah satu set peralatan olahraga.
Sebagian besar sarana masih layak pakai. Sebanyak 350 dari 375 meja dan kursi siswa berada dalam kondisi baik, sedangkan sisanya rusak ringan hingga rusak berat (meja: 18 rusak ringan dan 7 rusak berat; kursi: 15 rusak ringan dan 10 rusak berat). Pada perangkat komputer, 25 dari 30 unit berfungsi baik, 4 rusak ringan, dan 1 rusak berat.
Tidak Hanya Mengamati: Mengajar, Merekap Absensi, hingga Jumat Religi
Selain membantu pendataan dan pengelolaan sarana prasarana, mahasiswa juga diminta terlibat langsung dalam kegiatan sekolah. Mahasiswa mendapat kesempatan mengajar di kelas, membantu merekap absensi siswa secara online, serta ikut menyukseskan kegiatan Jumat Religi yang rutin diadakan sekolah.
Manfaat Kegiatan
Melalui PLP ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata tentang peran sarana dan prasarana dalam manajemen pendidikan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkan langsung pendataan fasilitas, pengajaran di kelas, pengelolaan administrasi kehadiran, dan pendampingan kegiatan keagamaan. Pengalaman ini melatih ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi dengan siswa, guru, serta pengelola sekolah. Mahasiswa juga memahami bahwa sarana prasarana yang tertata baik menunjang kenyamanan dan kualitas pembelajaran.
Saran
Mahasiswa berharap pihak sekolah terus memperhatikan perawatan sarana yang masih memerlukan perbaikan, terutama meja dan kursi siswa, perangkat komputer, serta kipas angin dan perangkat pembelajaran lainnya. Pendataan inventaris juga perlu diperbarui secara berkala dan diverifikasi langsung di lapangan agar jumlah dan kondisi sarana prasarana selalu akurat.
