Penghuni Apartemen Mediterania Persoalkan Alarm, Ngaku Tak Tahu Ada Kebakaran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026), terlihat warga yang telah dievakuasi berkumpul sambil menjalani observasi oleh tim medis usai kebakaran terjadi. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026), terlihat warga yang telah dievakuasi berkumpul sambil menjalani observasi oleh tim medis usai kebakaran terjadi. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Seorang penghuni Apartemen Mediterania lantai 28, Antonius (47), mengeluhkan persoalan alarm kebakaran yang tidak berfungsi. Ia mengaku tidak tahu bahwa terjadi peristiwa kebakaran di tempat tinggalnya.

Apartemen Mediterania di Jalan Letjen S. Parman, Tanjung Duren, Jakarta Barat, terbakar pada Kamis (30/4) pagi. Kebakaran berawal dari terbakarnya ruang panel di Tower C.

"Nah ini yang saya sesalkan. Selama simulasi-simulasi kebakaran melalui pemadam kebakaran Jakarta Barat yang kebetulan berlokasi di depan apartemen Mediterania Garden 1, itu simulasi kebakaran selalu ada alarm ya. Selalu ada pemberitahuan. Tetapi justru ketika terjadi kebakaran yang sesungguhnya, itu justru alarm atau sprinkler itu tidak terjadi apa-apa," katanya, Kamis (30/4).

Ia menyesalkan hal tersebut. Terlebih menurutnya tidak semua korban mengetahui sedang terjadi kebakaran di apartemen. Menurutnya, banyak penghuni apartemen yang masih berada di dalam apartemen.

"Alarm tidak nyala. Kami sangat sesalkan itu karena beberapa korban itu kemungkinan besar tidak mengetahui sedang terjadi kebakaran di apartemennya, gitu. Jadi mereka banyak yang terjebak di dalam, ketika mau keluar ternyata koridornya sudah penuh dengan asap. Kami hanya evakuasi sendiri. Kalau seandainya alarm dan sprinkler nyala ya, berfungsi dengan baik, penghuni apartemen bisa tahu sedang terjadi bencana kebakaran di apartemennya," terangnya.

Antonius menjelaskan, proses penyelamatan berjalan dengan baik. Ia hanya mengeluhkan tidak adanya informasi yang terjadi di lantai bawah.

Awalnya ia hendak turun ke bawah. Tetapi asap kebakaran sudah tebal. Sehingga ia dan istri bersama rombongan penghuni apartemen berinisiatif untuk naik ke lantai atas guna menyelamatkan diri.

Pada lantai atas apartemen hanya bisa diakses sampai ke lantai 35. Sebab, pada lantai 36 pintunya terkunci.

"Penyelamatan kami ya naik ke lantai 35. Makanya kami saling berbagi informasi tadi melalui sosial media bahwa kami terjebak di lantai 35. Terjebak di lantai 35 dan itu sama pengelola sini juga nggak ada, nggak ada inisiatif feedback ke kami gitu, ke saya sama korban untuk proses penyelamatan. Mereka baru tahu melalui media-media yang sudah kami upload untuk proses penyelamatan dari tim pemadam kebakaran gitu," imbuhnya.

Tanggapan Pengelola

Anggi, Manajer Apartemen Mediterania. Foto: Dok. kumparan

Manajer Apartemen Mediterania, Anggi, mengatakan bahwa sistem proteksi kebakaran di apartemen terbukti berfungsi dengan baik saat peristiwa terjadi.

“Sistem proteksi kebakaran di gedung kami berjalan dengan baik. Lift homing, access card ter-release, dan kayak tadi pun kalau memang evakuasi sistem gedung tidak berjalan dengan baik, maka tim dari pemadam kebakaran atau PMI yang tadi melakukan evakuasi tidak akan bisa menggunakan lift,” kata Anggi kepada kumparan di lokasi, Kamis (30/4).

“Jadi dari tadi kita evakuasi menggunakan lift. Tadi juga dengan evakuasi, sampai saat ini alarm masih bunyi. Paging juga kami lakukan, gitu ya,” tambahnya.

Ia menyampaikan, sprinkler di apartemen juga pecah semua ketika insiden kebakaran itu.

“Saya juga memiliki video-video sprinkler yang pecah, gitu ya. Tim evakuasi, tim PMI yang sudah standby di sini, tim Damkar juga sudah ada di sini, itu dari sejak pagi. Di mana kami berkoordinasi dengan sangat erat dan sangat baik,” ucapnya.