Perampok Bersenjata Samurai Lukai Ibu dan Anak di Depok, Pelaku Kabur
·waktu baca 3 menit

Aksi perampokan disertai kekerasan terjadi di rumah keluarga di kawasan Jalan Raya Bogor, Sukamaju Baru, Depok, Senin (8/6) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Pelaku masuk dengan cara melompati tembok di samping rumah dan memaksa masuk melalui ventilasi udara pintu samping. Aksinya terpergok korban. Pelaku yang panik kemudian melukai ibu dan anak menggunakan pedang katana (samurai) milik korban yang saat itu berada di dekat pintu, sebelum kabur membawa satu unit ponsel.
Lauren Stumilar, adik ipar dari suami korban, menjelaskan kejadian bermula saat pelaku masuk melalui lubang angin di atas pintu rumah kakaknya. Saat itu, adik ipar dan keponakannya, Gebby, belum tidur.
“Ya ini kemungkinan masuk dalam kategori pencurian dan kekerasan. Jadi di sini mungkin pelaku masuk melalui lompat pagar, dan kemudian dia lewat dari atas pintu. Di pintu itu ada lubang angin,” ujar Lauren saat ditemui awak media, Senin (8/6) malam.
Lauren menyebut, kakaknya biasa menyimpan pedang samurai di depan pintu. Pelaku yang kaget bertemu keponakannya langsung mengambil samurai tersebut. Terjadilah pergulatan.
“Kemungkinan karena pelaku ini kaget, sama-sama kaget lihat keponakan saya, inilah terjadi. Pergulatan dengan pelaku memegang senjata yang punya kakak saya, samurai ini,” jelasnya.
Melihat Gebby panik dan berteriak, ibunya yang bernama Elis terbangun. Dalam kondisi gelap, keduanya berusaha melawan agar pelaku pergi. Namun, keduanya justru terluka karena pelaku membawa samurai.
“Elis mengalami luka di tangan sebelah kanan, yang jarinya hampir putus. Dan anak keponakan saya Gebby ini, kepalanya cukup dalam di bagian kepala sampai kurang lebih 9 cm, jadi dijahit dan juga kedalamannya sampai mentok ke tulang kepala. Lalu juga di bagian pelipis, semua cukup dalam, dan juga tangan semua lebam untuk mempertahankan diri,” terang Lauren.
Aksi pelaku terhenti setelah suami korban yang tidur di kamar sebelah terbangun mendengar teriakan. Pelaku langsung kabur.
Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, pelaku berbadan kurus, mengenakan celana pendek dan baju bergaris-garis, lalu kabur ke arah Jakarta.
“Cuma kita dari CCTV, lapor CCTV yang ada di sebelah, dari rukun sebelah menunjukkan memang dengan celana pendek dan baju bergaris-garis, badan agak kurus, dia mengarah ke arah Jakarta,” kata Lauren.
Diduga pelaku beraksi seorang diri, namun tidak menutup kemungkinan ada rekan yang menunggu di luar.
Korban langsung dibawa ke RS Sentra Medika Cimanggis, lalu dirujuk ke RS Mitra Keluarga Husada Cibinong karena luka yang cukup serius dan membutuhkan operasi.
“Sementara ini hanya kerugian handphone saja, tapi secara fisik cukup besar, karena harus kita ambil tindakan operasi yang cukup besar karena kedalaman luka ini,” ungkap Lauren.
Terkait identitas, keluarga menyebut korban tidak mengenal pelaku. Namun dari perawakan, korban merasa mirip dengan seseorang yang sudah lama dikenal keluarga.
“Kalau dari kita bicara dengan keponakan saya, mungkin sepertinya dia tidak kenal. Tapi dari fisik badan, memang mungkin kalau badan kurus itu sepertinya memang mirip-mirip dengan orang yang bekerja, tapi kita tahu anak ini sudah bekerja lama dan kita tahu dari kecil dan kita seperti orang tua, seperti keluarga memang dengan anak ini,” pungkas Lauren.
Saat dikonfirmasi, penyidik kepolisian yang bertugas di lokasi membenarkan telah terjadi perampokan tersebut. Saat ini kepolisian masih melakukan olah TKP di rumah korban.
Pihak keluarga sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
