Perang AS-Iran Terhenti, Sri Lanka Turunkan Harga BBM

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengisi kendaraan dengan bensin di dekat stasiun bahan bakar Ceylon Petroleum Corporation di Kolombo, Sri Lanka, Selasa (22/2/2022).  Foto: Dinuka Liyanawatte/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengisi kendaraan dengan bensin di dekat stasiun bahan bakar Ceylon Petroleum Corporation di Kolombo, Sri Lanka, Selasa (22/2/2022). Foto: Dinuka Liyanawatte/REUTERS

Sri Lanka menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah gencatan senjata sementara terwujud di Timur Tengah, Selasa (30/6). Saat ini, Iran dan Amerika Serikat (AS) berupaya memulai negosiasi untuk mengakhiri perang.

Berdasarkan keterangan BUMN Sri Lanka, Ceylon Petroleum Corporation, harga solar diturunkan sebesar 25 rupee Sri Lanka atau sekitar Rp 1.330 menjadi 382 rupee Sri Lanka atau sekitar Rp 20.330 per liter.

Sementara itu, harga bensin diturunkan sebesar 20 rupee Sri Lanka atau sekitar Rp1.064 menjadi 414 rupee Sri Lanka atau sekitar Rp22.028 per liter.

Penurunan harga tersebut mengikuti meredanya harga energi setelah AS dan Iran sepakat menggelar dialog damai.

Sebelumnya, saat AS yang didukung Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026, Sri Lanka langsung menaikkan harga bensin dan solar hingga 50 persen.

Selain BBM, Sri Lanka juga sempat menaikkan tarif listrik hingga sepertiga ketika konflik di Timur Tengah pecah.

Pemerintah Sri Lanka mengimpor seluruh kebutuhan BBM serta batu bara untuk memenuhi kebutuhan energinya. Pemerintah mengakui, jika konflik di Timur Tengah berlangsung berkepanjangan, perekonomian negara itu akan terancam.