Perjalanan Anak Petani, Pelayan Pertanian: Sebuah Perjalanan Pengabdian

P3K Paruh Waktu di Pemkab Bangka Selatan, UBB
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Budi Suryawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karya tulis ini bukan sekadar tulisan tentang pekerjaan, tetapi merupakan gambaran perjalanan hidup dan pengabdian saya di dunia pertanian. Saya berasal dari lingkungan keluarga petani. Sejak kecil, kehidupan pertanian sudah menjadi bagian dari kehidupan saya serta bagaimana perjuangan orang tua saya dalam memenuhi kebutuhan keluarga melalui pekerjaan di bidang pertanian. Terkadang menanam dengan harapan mendapatkan hasil yang baik. Namun, hasil tersebut tidak selalu sesuai dengan harapan dikaŕenakan tanaman mengalami gangguan, hasil panen menurun, harga tidak sesuai harapan, atau kondisi cuaca. Dari kehidupan tersebut saya belajar tentang arti kerja keras. Saya juga belajar bahwa petani bukan hanya membutuhkan bantuan berupa sarana produksi, tetapi juga membutuhkan informasi, pendampingan, perhatian, dan pelayanan.
Bagi saya, pertanian bukanlah sesuatu yang asing. Sebagai anak petani sejak kecil, saya telah melihat dan dididik bagaimana menjalani kehidupan dengan bekerja keras di bidang pertanian. Harus bekerja dari pagi hingga sore, menghadapi panas matahari, hujan, perubahan cuaca, serta berbagai risiko dalam usaha tani.
Pengalaman masa kecil menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan saya di dunia pertanian. Menjadi petani mengajarkan bahwa segala sesuatu membutuhkan proses. Benih tidak langsung menjadi tanaman yang menghasilkan. Tanaman harus dirawat, dipelihara, dan dijaga dari berbagai gangguan. Hal tersebut kemudian saya pahami semakin dalam ketika saya terjun menjadi penyuluh pertanian.
Saya menyadari bahwa pekerjaan di bidang pertanian membutuhkan kesabaran yang sama seperti seorang petani menunggu hasil panen. Ketika mendapat kesempatan untuk terjun ke dunia penyuluhan pertanian, saya merasa berada di lingkungan yang sudah saya kenal sejak kecil.
Namun, kali ini saya tidak hanya menjadi bagian dari keluarga petani, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membantu dan mendampingi masyarakat petani. Perjalanan tersebut kemudian membawa saya untuk terjun ke dunia penyuluhan pertanian. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu alasan yang membuat saya tertarik untuk mengabdikan diri di dunia pertanian. Saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi penyuluh pertanian dan menjalani pengabdian selama sebelas tahun.
Selama sebelas tahun mengabdi sebagai penyuluh, saya mendapatkan berbagai pengalaman berharga. Bertemu dengan petani, melihat secara langsung kondisi pertanaman, mendampingi kegiatan pertanian, serta membantu menghadapi berbagai permasalahan di lapangan menjadi bagian dari perjalanan pengabdian saya. Ada suka dan duka, ada keberhasilan dan tantangan, tetapi semuanya menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Kehidupan sebagai anak petani memberikan pelajaran yang sangat berharga. Saya belajar bahwa hasil pertanian tidak datang dengan mudah. Setiap tanaman yang tumbuh membutuhkan proses, perawatan, perhatian, dan kesabaran.
Selama menjadi penyuluh, saya berhadapan langsung dengan masyarakat petani. Saya tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga belajar dari petani. Setiap petani memiliki pengalaman, pengetahuan, dan permasalahan yang berbeda.
Dunia penyuluhan membuat saya memahami bahwa pembangunan pertanian tidak cukup hanya dengan program dan teori. Pembangunan pertanian membutuhkan manusia yang mau turun ke lapangan, mendengarkan permasalahan petani, memberikan pendampingan, dan membantu mencari solusi.
Bagi saya, sebelas tahun pengabdian bukan sekadar hitungan waktu. Sebelas tahun tersebut merupakan bagian dari perjalanan hidup yang membentuk cara saya memandang pekerjaan, pelayanan, dan pengabdian.
Perjalanan saya di dunia pertanian dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana, yaitu kehidupan sebagai anak petani. Saya tidak pernah menyangka bahwa lingkungan pertanian yang saya kenal sejak kecil kemudian menjadi bagian besar dari perjalanan pekerjaan dan pengabdian saya. Menjadi penyuluh selama sebelas tahun memberikan pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar bahwa petani membutuhkan lebih dari sekadar program. Mereka membutuhkan orang yang mau datang, melihat, mendengarkan, dan membantu.
Setelah melalui perjalanan panjang tersebut, saya kemudian memasuki tahapan baru sebagai PPPK Paruh Waktu pada Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura. Bagi saya, perubahan status tersebut bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk tetap memberikan pelayanan dan kontribusi dalam pembangunan pertanian.
Salah satu bidang yang tetap menjadi bagian penting dari pengabdian saya adalah pengamatan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Kegiatan pengamatan OPT memberikan kesempatan kepada saya untuk tetap berada dekat dengan dunia pertanian dan memahami secara langsung berbagai permasalahan yang dihadapi petani. Pengamatan OPT merupakan kegiatan penting dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai karena keberadaan hama dan penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan serta produksi tanaman
Semua pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian saya. Salah satu hal yang paling berharga selama menjadi penyuluh adalah kesempatan untuk belajar dari petani. Petani memiliki pengalaman yang telah diperoleh dari bertahun-tahun mengelola lahan. Pengetahuan tersebut merupakan kekayaan yang harus dihargai. Sebagai penyuluh, saya tidak hanya menyampaikan informasi kepada petani, tetapi juga mendengarkan pengalaman dan permasalahan mereka. Hubungan antara penyuluh dan petani seharusnya bukan hubungan satu arah. Penyuluh dan petani harus saling belajar dan bekerja. Dalam kegiatan pertanian, berbagai permasalahan dapat muncul kapan saja.
Pengalaman selama menjadi penyuluh membuat saya semakin memahami bahwa keberadaan petugas pertanian di lapangan sangat penting. Sebelas tahun merupakan waktu yang panjang dalam sebuah perjalanan pekerjaan. Selama periode tersebut, saya memperoleh berbagai pengalaman, baik pengalaman teknis maupun pengalaman dalam berinteraksi dengan masyarakat. Tidak semua pekerjaan berjalan dengan mudah. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi. Namun, setiap tantangan memberikan pembelajaran.
Setelah melalui perjalanan pengabdian yang panjang, saya kemudian memasuki tahapan baru sebagai PPPK Paruh Waktu pada Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura. Saya memandangnya bukan hanya sebagai perubahan status pekerjaan, tetapi sebagai kesempatan untuk melanjutkan pengabdian yang telah saya jalani selama bertahun-tahun. Pengalaman sebagai penyuluh menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas berikutnya.
Menjadi PPPK Paruh Waktu tidak membuat semangat pengabdian berhenti. Bagi saya, selama masih diberikan kesempatan untuk bekerja dan memberikan pelayanan, maka selama itu pula saya ingin memberikan yang terbaik. Pengabdian tidak semata-mata ditentukan oleh status kepegawaian. Pengabdian tercermin dari bagaimana seseorang melaksanakan tugas, menjaga tanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura memiliki tugas yang berkaitan erat dengan pembangunan pertanian. Dalam bidang ini, berbagai kegiatan harus dilaksanakan secara tertib dan bertanggung jawab. Selain kegiatan administrasi dan koordinasi, informasi mengenai kondisi pertanaman di lapangan juga sangat penting. Karena itu, pengalaman yang saya miliki di lapangan tetap menjadi bekal dalam melaksanakan tugas sebagai PPPK Paruh waktu khususnya pengamatan opt.
Kegiatan pengamatan OPT membawa saya kembali pada suasana yang sudah saya kenal selama menjalani pengabdian sebagai penyuluh. Saya kembali berhadapan dengan lahan pertanian, tanaman, petani, dan berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan. Bersama senior OPT kami melihat kondisi tanaman secara langsung memberikan informasi yang tidak selalu dapat diperoleh hanya melalui laporan. Dari lapangan, kondisi sebenarnya dapat dilihat, dicatat, dan dilaporkan sebagai bahan untuk tindak lanjut.
Dalam melakukan pengamatan, salah satu hal penting adalah memperhatikan gejala yang muncul pada tanaman. Perubahan warna daun, kerusakan bagian tanaman, adanya serangga, maupun gejala penyakit dapat menjadi tanda adanya gangguan. Pengamatan yang dilakukan dengan teliti akan membantu memperoleh informasi yang lebih akurat. Hasil pengamatan dicatat dan dilaporkan agar dapat menjadi bahan evaluasi dan membantu pemerintah mengetahui kondisi pertanaman.
Bagi saya, pengamatan OPT bukan sekadar pekerjaan teknis. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada petani. Ketika kondisi tanaman dapat diketahui lebih awal, informasi mengenai gangguan tanaman dapat segera disampaikan kepada pihak yang berkepentingan.
Dengan demikian, pengamatan OPT merupakan bagian kecil tetapi penting dari upaya melindungi hasil pertanian dan membantu petani. Setiap tugas harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Menjadi penyuluh memberikan pengalaman yang sangat berbeda. Saya harus belajar berkomunikasi dengan berbagai karakter masyarakat, memahami persoalan di lapangan, serta terus meningkatkan pengetahuan tentang pertanian. Dari sinilah perjalanan pengabdian saya dimulai. Selama sebelas tahun menjalankan tugas sebagai penyuluh pertanian, saya mendapatkan banyak pengalaman yang tidak mungkin diperoleh hanya melalui teori.
Saya juga belajar bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan cepat. Ada proses yang membutuhkan kesabaran. Kini, ketika saya menjadi PPPK Paruh Waktu pada Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, saya melihat perjalanan tersebut sebagai satu rangkaian yang tidak terputus. Status pekerjaan boleh berubah, tetapi semangat untuk mengabdi tidak boleh berubah. Dan saya tetap ingin memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan dan tugas yang diberikan. Khususnya dalam kegiatan pengamatan OPT, saya merasa masih memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat bagi pembangunan pertanian.
Bagi saya, melihat tanaman tumbuh sehat dan melihat petani mendapatkan hasil yang baik merupakan kebahagiaan dan selama masih diberikan kesempatan untuk mengabdi, saya akan berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan pembangunan pertanian.
“Bagi saya, pertanian bukan hanya pekerjaan, tetapi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdian kepada masyarakat. Saya mungkin tidak dapat melakukan hal-hal besar seorang diri. Namun, saya percaya bahwa pekerjaan kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat memberikan manfaat yang besar apabila dilakukan secara tulus dan konsisten.
