Peru Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Tuduh Teheran Picu Eskalasi Perang

Peru memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran dan menuding Teheran memicu eskalasi konflik di Timur Tengah serta mengganggu jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz.
Keputusan tersebut diumumkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Peru pada Selasa (1/9).
Pemerintah Peru menyebut langkah itu diambil dengan mempertimbangkan sikap negara tersebut yang secara historis menjunjung perdamaian.
“Peru telah mengambil keputusan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran,” demikian pernyataan Kemlu Peru, dikutip dari AFP.
Pemerintah Peru juga menyoroti pembatasan yang diberlakukan Iran di Selat Hormuz.
Menurut Lima, gangguan terhadap jalur tersebut berdampak pada kelancaran perdagangan internasional.
Keputusan Peru diambil ketika perang di Timur Tengah kembali memanas dalam beberapa hari terakhir.
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap Iran pada Minggu (30/8), yang kemudian dibalas dengan serangkaian serangan hingga Rabu (2/9).
Presiden Peru Keiko Fujimori, yang berhaluan konservatif, sebelumnya mengusung kebijakan keamanan garis keras.
Beberapa hari setelah dilantik pada 28 Juli lalu, Fujimori juga mengambil langkah untuk bergabung dengan inisiatif Shield of the Americas yang digagas Presiden AS Donald Trump.
Sementara itu, negara tetangga Peru, Cile, beberapa hari sebelumnya mengumumkan penutupan kedutaannya di Teheran. Namun, Santiago memilih untuk tidak memutus hubungan diplomatik dengan Iran dengan alasan pertimbangan ekonomi dan keamanan.
