Pesan Terakhir Anak WN Australia di Bali Sebelum Dibunuh Ayahnya: Love You Daddy

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pelecehan atau kekerasan pada anak. Foto: showcake/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelecehan atau kekerasan pada anak. Foto: showcake/Shutterstock

Polisi mengamankan rekaman CCTV kasus pembunuhan yang dilakukan WN Australia berinisial SDJ (57) terhadap kedua anaknya WNI berinsial ADS (7) dan LKS (4).

Dalam rekaman CCTV itu, terungkap SDJ terlebih dulu membunuh putranya ADS dengan cara dicekik. Setelahnya SDJ mengejar anak perempuannya LKS. Saat itu, LKS sempat mencoba meluluhkan hati ayahnya dengan mengungkapkan rasa cintanya pada SDJ.

"Anaknya itu berlari-lari karena dikejar sampai menyampaikan 'I love you, Daddy' karena takut. Dia mungkin melihat kakaknya yang sudah lebih dulu (dicekik) sama bapaknya," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang saat ditemui di Mapolda Bali, Selasa (15/9).

Beberapa saat kemudian tak terdengar lagi suara LKS. Polisi menyebut LKS dibunuh dengan cara dicekik oleh ayahnya tersebut.

Setelah membunuh kedua anaknya, SDJ mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

"Perkembangan dari analisis CCTV yang ada dan keterangan dari istri korban, memang diduga bahwa suaminya ini melakukan pembunuhan terhadap kedua anaknya, lalu mengakhiri hidupnya dengan gantung diri," katanya.

Ketiga korban sebelumnya ditemukan tewas pada Minggu (13/9) sekitar pukul 10.14 WITA di sebuah bungalow di Kuta, Badung. Saat ditemukan, SDJ dalam posisi tergantung, sementara kedua anaknya tergeletak di lantai kamar.

Leonardo menyampaikan bahwa terdapat unsur pidana pembunuhan dan tindakan bunuh diri dalam kasus ini. Namun, karena pelaku utama (SDJ) meninggal dunia, kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk menghentikan penyidikan (SP3).

"Istrinya sudah membuat pernyataan dan meminta tidak dilakukan autopsi, mengingat semuanya jelas ada di CCTV dan dia mengetahui bahwa suaminya mempunyai tingkat kecemasan yang tinggi dan mudah emosi," kata Leonardo.

Ketiga jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga pada Senin (14/9) sore untuk proses pemakaman lebih lanjut.