Pesawat Super Tucano Serang Markas OPM, TNI: Segala Upaya Kita Kerahkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Personel TNI berfoto bersama barang bukti yang disebut diamankan dari lokasi kontak senjata dengan kelompok TPNPB-OPM di sekitar Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026). Foto: Dok. Kogabwilhan III
zoom-in-whitePerbesar
Personel TNI berfoto bersama barang bukti yang disebut diamankan dari lokasi kontak senjata dengan kelompok TPNPB-OPM di sekitar Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026). Foto: Dok. Kogabwilhan III

Beredar video yang memperlihatkan pesawat Super Tucano TNI menyerang markas OPM pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Dalam narasi yang beredar, empat anggota OPM disebut terluka akibat serangan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas, mengatakan TNI akan mengerahkan kemampuan yang diperlukan untuk kepentingan masyarakat.

“Segala upaya kita kerjakan untuk masyarakat,” kata Nas kepada wartawan saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (27/9).

“Intinya semua kemampuan TNI kalau memang diperlukan kita kerahkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan OPM sebagai kelompok separatis harus ditindak.

“Ya kan OPM ini kan separatis, ya harus ditumpaslah. Ya. Tidak boleh ada separatis di negara kita,” kata Agus.

Agus juga mengungkap perkembangan operasi TNI di Papua. Ia mengatakan mendapat laporan dari Pangkogabwilhan bahwa delapan pucuk senjata telah diamankan.

“Ada jenis SS1-V1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI, ya. 8 pucuk,” ujarnya.