Polisi Olah TKP Kebakaran Kampung Adat Sade, Selidiki Penyebabnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi olah TKP lokasi kebakaran Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.  Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi olah TKP lokasi kebakaran Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Foto: Dok. kumparan

Polisi mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Tim Inafis Polres Lombok Tengah bersama personel dari Polda NTB diterjunkan ke lokasi pada Minggu (23/8).

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk memeriksa rumah yang diduga menjadi titik awal munculnya api. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari sejumlah petunjuk yang dapat membantu mengungkap sumber kebakaran.

Kapolres Lombok Tengah Kombes Pol Hariyanto mengatakan, proses olah TKP masih berlangsung. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) yang dijadwalkan datang ke lokasi pada Senin (24/8).

“Ya, saat ini sedang dilakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran. Besok baru tim laboratorium forensik akan turun ke lokasi,” ujar Hariyanto, Minggu (23/8).

Kebakaran Kampung Adat Sade terjadi pada Sabtu malam dan menghanguskan puluhan rumah adat serta bangunan yang berada di kawasan permukiman adat tersebut.

Polisi olah TKP lokasi kebakaran Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Foto: Dok. kumparan

Dugaan awal di lapangan menyebut api kemungkinan berasal dari salah satu rumah warga, namun kepastian mengenai sumber maupun penyebab kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.

Dengan turunnya tim Labfor, polisi akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap titik awal kebakaran dan berbagai material yang ditemukan di lokasi.

"Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk memastikan penyebab kebakaran," ucap Hariyanto.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, api menghanguskan 120 bangunan di Desa Adat Sade. Sebagian besar bangunan terbuat dari kayu, bambu, bedek, dan beratap ilalang sehingga api cepat menyebar.