Polisi: Pelaku Penyerangan Bus Rombongan EPA Persib Positif Ganja & Sabu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi saat mendatangi mobil rombongan Persib yang diserang di rest area 360 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polisi saat mendatangi mobil rombongan Persib yang diserang di rest area 360 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

BPA (33), tersangka penyerangan bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) U-18 Persib Bandung di Rest Area KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dinyatakan positif mengkonsumsi ganja dan sabu berdasarkan hasil tes urine.

Kasat Reskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, mengatakan hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan BPA positif mengkonsumsi kedua jenis narkoba itu.

“Yang bersangkutan positif ganja dan sabu,” ujar Bintoro kepada wartawan, Senin (12/10).

Bintoro menjelaskan, BPA merupakan suporter klub sepak bola lain yang kebetulan berada di rest area yang sama dengan rombongan Persib. Sebelumnya, BPA menonton pertandingan sepak bola di Yogyakarta sebelum melakukan perjalanan pulang ke Jakarta.

“Kronologi awal dapat kami sampaikan, suporter Persija dan Persib bertemu di Rest Area KM 360. Pertemuan tersebut diwarnai perkataan-perkataan yang mungkin kurang baik, hingga akhirnya suporter Persija melakukan pelemparan ke bus Persib di Rest Area KM 360,” jelasnya.

Bintoro mengatakan, situasi memanas setelah kelompok suporter tersebut mengetahui keberadaan rombongan Persib dan meneriaki mereka.

“Kalau unsur kesengajaan tidak ada. Cuma saat bertemu di rest area, mereka tahu, oh ini bus (Persib), akhirnya diteriak-teriaki dan terjadilah tindak pidana tersebut,” ujarnya.

Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut. Bintoro menegaskan, tidak semua orang dalam rombongan suporter itu terlibat dalam aksi pengeroyokan maupun perusakan.

“Pelaku hanya satu orang itu. Untuk rombongan, tidak semuanya melakukan tindak pidana tersebut. Nanti kami cari pelaku-pelaku lainnya yang memang bisa kami dapatkan dari video-video lainnya atau saksi-saksi lainnya,” kata Bintoro.