Polisi Periksa Nakhoda dan ABK, Imbas Tenggelamnya KM Nurul di Selayar

Polres Kepulauan Selayar menyelidiki kasus KM Nurul Salsa, kapal yang tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal tersebut membawa 78 orang penumpang.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan, pihaknya sedang mendalami penyebab tenggelamnya kapal KM Nurul Salsa. Sejumlah saksi diperiksa, mulai dari nakhoda, ABK hingga saksi lainnya.
"Pemeriksaan dilakukan terhadap MR (36 tahun) selaku nakhoda dan Para ABK nya. Ini sebagai bagian dari proses penyelidikan," kata Didid saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7).
Ia menjelaskan, penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif dan sekaligus memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini.
"Ini bagian proses penyelidikan yang dilakukan secara profesional untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan laut tersebut," tegasnya.
Selain proses pemeriksaan, personel gabungan juga melaksanakan pendataan ulang jumlah riil penumpang dan korban dengan mencocokkan data manifest, laporan keluarga, serta identitas korban yang telah ditemukan dan maupun yang masih dalam pencarian.
Didid menegaskan, penanganan KM Nurul Salsa dilakukan melalui dua pendekatan secara bersamaan. Mendukung operasi kemanusiaan dan melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kecelakaan.
“Fokus kami saat ini adalah membantu proses pencarian korban bersama seluruh unsur SAR, sekaligus memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional. Kami juga terus melakukan verifikasi data korban agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat, dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya.
Hingga saat ini, operasi pencarian korban KLM Nurul Salsa masih terus berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, Sat Polairud, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat.
Polres Kepulauan Selayar memastikan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian operasi kemanusiaan maupun proses penyelidikan hingga penanganan musibah ini selesai.
Kapal ini berlayar dari Pulau Jampea menuju ke Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) lalu, sekitar pukul 05.00 WITA. Di perjalanan atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar, mengalami mati mesin dan tenggelam.
