Polisi Soal Pria di Aceh Tewas Jelang 2 Hari Pernikahan: Tak Ada Tanda Kekerasan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
eye-off
Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?
Seorang pria bernama Kamarud, ditemukan tewas di Sungai Marlempang, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Selasa (22/9/2026). Foto: Dok. BPBD Aceh Tamiang
Seorang pria bernama Kamarud, ditemukan tewas di Sungai Marlempang, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Selasa (22/9/2026). Foto: Dok. BPBD Aceh Tamiang

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Kamarud, warga Tualang Cut, Aceh Tamiang, yang ditemukan mengapung di Sungai Marlempang, Kecamatan Bendahara, pada Selasa (22/9). Kamarud sebelumnya dilaporkan hilang selama dua hari.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang, Iptu Wahyudi, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian Kamarud. Polisi masih menunggu hasil visum resmi dan menyeluruh dari rumah sakit.

“Untuk saat ini kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, masih menunggu hasil visum resmi dan menyeluruh dari pihak rumah sakit,” kata Wahyudi saat dihubungi, Minggu (27/9).

Meski demikian, berdasarkan pemeriksaan awal secara kasat mata, polisi tidak menemukan luka ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Secara kasat mata atau fisik, sejauh ini tidak terdapat tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban,” ujarnya.

Kamarud sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu (20/9). Keluarga mulai mencarinya setelah menemukan mobil milik korban ditinggalkan di atas Jembatan Titi Kuning Rantau, Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau.

Keluarga kemudian berupaya menghubungi Kamarud melalui telepon, tetapi tidak mendapat respons. Mereka juga sempat menerima informasi mengenai seseorang dengan ciri-ciri mirip Kamarud yang terlihat berjalan kaki tanpa sandal ke arah Medan. Namun, informasi tersebut belum memberikan titik terang mengenai keberadaannya.

Kekhawatiran keluarga semakin besar karena Kamarud dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada Kamis (24/9), atau dua hari setelah ia ditemukan meninggal dunia.

Keberadaan Kamarud akhirnya diketahui setelah tim gabungan menemukan jasad seorang pria mengapung di Sungai Marlempang sekitar pukul 17.00 WIB. Jasad tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Muda Sedia.

Komandan Operasi BPBD Aceh Tamiang, Surya Darma, membenarkan proses evakuasi tersebut.

“Jasad ditemukan mengapung di Sungai Marlempang, kemudian dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke RSUD Muda Sedia,” kata Surya.

Setelah itu, keluarga memastikan jasad tersebut merupakan Kamarud. Pencarian terhadap pria yang sebelumnya dilaporkan hilang selama dua hari tersebut pun berakhir.

Sementara itu, rangkaian kejadian sejak Kamarud meninggalkan mobilnya di atas jembatan hingga ditemukan meninggal dunia masih dalam penyelidikan polisi. Polisi juga masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian Kamarud.