Polisi Tangkap Bandar Narkoba Katingan Dalang Pembunuhan 3 Polisi di Samarinda

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tiga polisi yang tewas saat menjalankan tugas mengungkap peredaran narkoba di  Katingan, Kalimantan Tengah. Foto: Instagram/@kejari_katingan
zoom-in-whitePerbesar
Tiga polisi yang tewas saat menjalankan tugas mengungkap peredaran narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah. Foto: Instagram/@kejari_katingan

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan tiga anggota Polri yang gugur saat melakukan penggerebekan di lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Penangkapan dilakukan di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis (10/7) malam. Jarak Katingan-Samarinda 800-1.000 km.

Operasi tersebut dilakukan oleh Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC.

instagram embed

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan, ketiga orang yang diamankan merupakan bagian dari jaringan narkoba yang diduga berperan dalam peristiwa yang menewaskan tiga anggota kepolisian saat operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan.

"Ada tiga sindikat narkoba yang diduga melakukan pembunuhan terhadap tiga anggota Polri di Katingan, Kalimantan Tengah. Satu orang merupakan bandar utama bernama Bio, sedangkan dua lainnya merupakan anggota sindikat berinisial Parie alias Busu dan Ramblan," kata Eko.

Peta Katingan di Kalteng dan Samarinda di Kaltim. Foto: Google Maps

Menurut Eko, proses penangkapan tidak berjalan mudah karena ketiga terduga pelaku melakukan perlawanan saat akan diamankan. Mereka disebut menyerang petugas menggunakan senjata tajam jenis mandau sehingga aparat mengambil tindakan tegas dan terukur.

"Saat ditangkap ketiganya melawan menggunakan mandau sehingga kami berikan tindakan tegas dan terukur," ujarnya.

Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Handik Zusen mengatakan, penangkapan dilakukan setelah tim melakukan serangkaian pengejaran terhadap para terduga pelaku yang diduga melarikan diri usai insiden di Katingan.

"Malam ini kami dari Dittipidnarkoba melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan polisi di Katingan, Kalimantan Tengah," ujar Handik.

Ia menyebutkan, tiga orang yang berhasil diamankan masing-masing bernama Bio, Parie alias Busu, dan Ramblan. Dari ketiganya, Bio diduga berperan sebagai bandar utama dalam jaringan narkoba tersebut.

"Yang pertama Bio, yang kedua Busu, dan yang ketiga berinisial Ramblan. Yang bandar utama adalah Bio," katanya.

Suasana pemakaman Briptu Nopandri di Katingan, Kalimantan Tengah. Foto: Dok. Polres Katingan

Dalam operasi itu, petugas turut mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis mandau yang diduga dibawa para pelaku saat penangkapan berlangsung.

Handik menambahkan, kepolisian masih mendalami peran masing-masing tersangka. Rincian kronologi penangkapan, barang bukti, serta keterlibatan para pelaku akan disampaikan secara lengkap dalam konferensi pers resmi Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

Sebelumnya, tiga anggota Polri gugur ketika melakukan operasi penindakan terhadap jaringan narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Bareskrim Polri menegaskan proses pengejaran terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut masih terus dilakukan hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap.