Polisi Tes Urine Sopir Pajero Penabrak Remaja di Mampang: Negatif Narkoba

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan mobil yang menabrak pejalan kaki hingga tewas di Mampang, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan mobil yang menabrak pejalan kaki hingga tewas di Mampang, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Polisi masih memeriksa pengemudi Mitsubishi Pajero yang menabrak seorang remaja berinisial ATM (14) hingga meninggal dunia di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Hasil tes urine pengemudi menunjukkan negatif narkoba.

“Langkah kami, pertama, kami terhadap pengemudi mobil sudah kami lakukan cek urine, hasilnya negatif,” kata Kasie Humas Polres Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo, Senin (19/10).

Joko mengatakan, pengemudi Pajero tersebut sempat diamankan warga setelah kecelakaan terjadi, kemudian diserahkan kepada polisi untuk diperiksa.

Terkait temuan barang yang diduga tembakau sintetis di dalam mobil, polisi belum memastikan pemiliknya. Pengemudi juga tidak mengakui kepemilikan barang tersebut.

“Itu dugaan ya, barang itu dugaan ya. Kemudian si yang bersangkutan ini tidak mengakui. Makanya kita coba dengan cek urine, hasilnya yang tadi saya sampaikan, negatif,” ujarnya.

Anggota kepolisian menandai lokasi kejadian mobil yang menabrak pejalan kaki hingga tewas di Mampang, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Joko menambahkan, pengemudi masih menjalani pemeriksaan di bagian Lakalantas. Polisi juga masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Kecelakaan terjadi pada Minggu (18/10) sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, Pajero melaju dari arah barat ke timur di Jalan Mampang Prapatan, kemudian menabrak ATM yang berada di pinggir jalan.

Mobil tersebut juga menyerempet Toyota Avanza yang terparkir sebelum menabrak bagian belakang Hyundai yang melaju searah di depannya. Korban sempat dibawa ke RSUP Fatmawati untuk mendapat penanganan, tetapi nyawanya tidak tertolong.