Polisi Ungkap Fakta Baru Kecelakaan di Cianjur: Rem Truk Diduga Bocor

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Truk tabrak 2 mobil dan 2 motor di kawasan Puncak Cianjur, Jumat (21/8/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Truk tabrak 2 mobil dan 2 motor di kawasan Puncak Cianjur, Jumat (21/8/2026). Foto: kumparan

Polisi mengungkap kronologi kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Kecelakaan tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi mengatakan, kecelakaan bermula ketika sebuah mobil box melaju dari arah Puncak menuju Cianjur.

Saat berada di lokasi kejadian, mobil box tersebut lebih dulu menabrak mobil Suzuki Ertiga yang melaju searah dari Puncak menuju Cianjur. Beruntung, pengemudi maupun penumpang Ertiga tidak mengalami kondisi fatal. Kendaraan tersebut hanya mengalami kerusakan pada bagian kanan belakang.

"Di TKP itu nabrak dulu Ertiga yang satu arah dari arah Puncak ke Cianjur. Ertiga itu tertabrak, terpental itu tidak ada apa-apa, hanya kerusakan kendaraan saja sebelah kanan belakang," ujarnya saat dihubungi usai gelar perkara, Sabtu (22/8).

Setelah menabrak Ertiga, mobil box kemudian bergerak ke kanan dan bertabrakan dengan Toyota Avanza yang melaju dari arah berlawanan, yakni dari Cianjur menuju Puncak.

Benturan tersebut membuat Avanza terpental hingga menghantam tembok. Tiga orang yang berada di dalam Avanza meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

"Si mobil lari ke kanan bertabrakan dengan kendaraan Avanza yang dari arah Cianjur menuju ke Puncak. Nah, ini yang menyebabkan tiga meninggal itu yang di Avanza," tutur Aang.

Mobil box kemudian kembali oleng dan menabrak sepeda motor Honda Scoopy. Pengendara Scoopy juga menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut.

"Si mobil oleng ke kanan, bertabrakan lagi dengan Scoopy. Nah, Scoopy ini meninggal, jadi empat itu: di Avanza tiga, Scoopy satu," katanya.

Setelah menabrak Scoopy, pengemudi mobil box berupaya menghindari kendaraan lain dengan membanting setir. Namun, mobil justru terguling hingga sejauh sekitar 20 meter.

Mobil box yang terguling kemudian kembali bertabrakan dengan sepeda motor Honda Beat. Beruntung, pengendara Beat hanya mengalami luka ringan.

"Setelah bertabrakan dengan Scoopy, dia ngebanting, tadinya mau menghindar, akhirnya kendaraan itu terguling. Terguling sejauh 20 meter, setelah itu bertabrakan juga dengan motor Beat. Namun, kalau motor Beat luka ringan," ujar Aang.

Dengan demikian, terdapat lima kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, yakni satu mobil box, Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, Honda Scoopy, dan Honda Beat.

Aang menegaskan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dari Dinas Perhubungan.

"Dari teknisi tidak mengatakan bahwa terjadinya kecelakaan itu karena gagal fungsi pengereman. Tapi bahwa di mobil itu ditemukan adanya kebocoran di rem," katanya.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pengemudi tidak berada di bawah pengaruh alkohol maupun narkotika.

"Dari hasil pemeriksaan, kami langsung laksanakan tes urine negatif semuanya, tes alkohol juga negatif, tidak ada," ujar Aang.

Menurutnya, kecelakaan diduga terjadi setelah pengemudi mobil box kaget usai menabrak Ertiga. Pengemudi kemudian membanting setir ke kanan hingga menabrak Avanza, lalu membanting ke kiri dan mengenai Scoopy.

"Kalau ngantuk gitu tidak, cuma karena dia itu kaget. Setelah nabrak Ertiga itu kaget, dia membanting ke kanan ternyata ada Avanza. Nah, dari situ ngebanting ke kiri ada Scoopy. Dari segitulah terguling," tuturnya.

Polisi kini masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi serta para saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.