Polrestabes Semarang Cek Apotek yang Buka Praktik Padahal Dokter Sudah Meninggal

Satreskrim Polrestabes Semarang turun tangan melakukan penyelidikan terhadap dugaan praktik pelayanan kesehatan secara ilegal yang terjadi di sebuah apotek di Jalan Kaligarang.
Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Jumani mengatakan, pihaknya sudah mendatangi apotek tersebut sebagai tindak lanjut atas informasi masyarakat yang beredar selama ini.
"Dari hasil pengecekan awal, diketahui bahwa dokter yang sebelumnya berpraktik di tempat tersebut, yaitu dr. Agus Sukamto, telah meninggal dunia pada tahun 2025," ujar Jumani saat dihubungi, Sabtu (26/9)
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia memastikan saat ini tidak ditemukan adanya kegiatan praktik dokter sebagaimana informasi yang sebelumnya beredar. Papan nama praktik dr. Agus Sukamto juga telah dicabut.
"Untuk apotek yang berada di lokasi tersebut, berdasarkan informasi yang kami peroleh, juga sudah tidak beroperasi," jelas dia.
Selain itu, pengelola apotek atau apoteker menyebut telah melakukan permohonan pencabutan atau penutupan izin usaha pada September 2026. Atau satu tahun setelah dokter Agus meninggal.
"Pihak pengelola sebelumnya telah mengajukan permohonan pengembalian izin apotek sekaligus penutupan pada 10 September 2026," jelas dia.
Selain itu Dinas Kesehatan juga telah memusnahkan obat-obatan yang telah kedaluwarsa maupun obat yang sudah tidak digunakan pada 23 September 2026.
Dari hasil pengecekan, lokasi yang sebelumnya digunakan untuk praktik maupun apotek tersebut diketahui berstatus tempat sewa dan bukan merupakan milik pihak yang menjalankan praktik ataupun apotek.
"Namun kami masih mendalami informasi adanya masyarakat yang datang ke lokasi karena masih meyakini bahwa di tempat tersebut dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan, meskipun dokter yang sebelumnya berpraktik di sana sudah meninggal dunia," kata Jumani.
Viral di Medsos
Sebelumnya, ramai di media sosial sebuah apotek di Kota Semarang, Jawa Tengah yang disebut masih melayani pasien padahal dokter praktik tersebut sudah meninggal dunia.
Informasi itu viral usai diunggah akun X Kang Bahar. Dalam unggahan disertakan pula berita kematian dokter Agus Sukamto, SpKK yang merupakan seorang alumni PPDS FK Undip angkatan 1986. dr Agus meninggal dunia pada Juni 2025.
"Ada modus baru. Seorang dokter kulit senior ternyata sudah meninggal, tapi pasien-pasiennya gak tahu. Banyak pasien yang masih datang buat periksa dan ketemu asistennya. Terus asistennya bilang, "Dokternya masih sakit. Saya fotokan kondisi kulitnya, nanti saya kirim ke dokternya. Nanti Ibu/Bapak dapat obatnya ya. Bayarnya ke saya. Ternyata almarhum dr. Agus Sukamto, Sp.KK, senior kami semua, sudah berpulang pada Juni 2025," cuit akun tersebut.
kumparan mendatangi apotek yang terletak di Jalan Kaligarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Di depan pintu masih ada stiker bertuliskan dr Agus, Sp.KK lengkap dengan jadwal dokter namun sudah ditutup dengan lakban.
Kondisi dalam apotek terlihat sepi, rak-rak obat yang berada di dalam ruangan terlihat kosong melompong.
Salah satu warga berinisial Z (25) mengatakan, pada Kamis (24/9) sore, ia masih melihat stiker tersebut terpasang tanpa tertutup lakban. Ia juga sempat memfoto stiker tersebut.
"Kemarin aku lihat masih ada kok stikernya belum ditutup lakban, kalau sekarang nggak tau kalau ternyata sudah ditutup," ujar Z kepada wartawan, Jumat (25/9).
