Polri Kerahkan KP Sanjaya-7017 Cari 5 Wartawan yang Hilang, Keluarga Dilibatkan

Polri mengerahkan kapal KP Sanjaya-7017 untuk mencari 5 wartawan yang dilaporkan hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten.
Sedikitnya 59 personel Polri dilibatkan dalam operasi SAR gabungan. Kekuatan tersebut dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto.
Dalam video yang dirilis Polri, mereka juga turut membawa salah satu istri wartawan dalam pencarian tersebut.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, memasuki hari ketiga, Polri terus memperkuat pencarian dengan mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki.
“Memasuki hari ketiga, Polri terus mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian setelah KM Arupadatu 1 hilang kontak. Sedikitnya 59 personel Polri dikerahkan dan kekuatan di lapangan dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto yang turut berada di tengah laut bersama anggota menggunakan KP Sanjaya-7017. Personel Polri juga memperkuat KN SAR Tetuka milik Basarnas,” ujar Trunoyudo.
KP Sanjaya-7017 telah terlibat dalam pencarian sejak hari kedua dan kembali dikerahkan pada hari ketiga. Kapal tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Polri dalam menyisir wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan KM Arupadatu 1.
Dalam pelaksanaan operasi, KP Sanjaya-7017 membawa 36 personel, terdiri atas 27 awak kapal, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dua personel Basarnas, dan dua awak media.
Sementara itu, KN SAR Tetuka juga diperkuat personel Polri. Tiga personel Ditpolairud Polda Banten berada di kapal Basarnas tersebut untuk mendukung pelaksanaan pencarian di sektor yang telah ditentukan.
Keterlibatan personel Polri pada dua unsur tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Polri tidak hanya melakukan pencarian dari satu titik, tetapi diperkuat dan ditempatkan pada beberapa unsur operasi untuk memperluas jangkauan pencarian.
Pencarian Diperluas hingga 2.483 Mil Laut Persegi
Pada hari ketiga, Basarnas Banten membagi wilayah operasi menjadi enam sektor pencarian dengan total luas mencapai 2.483 nautical mile square (NM²).
KP Sanjaya-7017 melaksanakan pencarian di sektor B yang dibagi menjadi delapan subsektor, yakni B1 hingga B8. Sementara itu, KN SAR Tetuka melaksanakan pencarian di sektor C yang juga dibagi menjadi delapan subsektor, yakni C1 hingga C8.
Pembagian sektor tersebut dilakukan untuk memastikan wilayah pencarian dapat disisir secara sistematis dan mengurangi kemungkinan adanya area yang terlewat.
“Pencarian dilakukan secara sistematis berdasarkan sektor dan koordinat dengan mempertimbangkan posisi terakhir kapal, arah angin, arus, gelombang, cuaca, dan perkembangan informasi di lapangan. Setiap unsur bekerja sesuai kemampuan masing-masing dan saling memperkuat dalam satu operasi SAR gabungan,” jelas Trunoyudo.
Dalam proses penyisiran, personel melakukan pengamatan terhadap berbagai kemungkinan petunjuk, termasuk keberadaan korban, benda atau bagian kapal, perlengkapan keselamatan, maupun tanda-tanda lain yang dapat membantu menentukan posisi KM Arupadatu 1.
