Polri Perkuat Kamtibmas, Pecalang dan Ojol Bersatu Jaga Bali

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo berbincang dengan pecalang dan komunitas ojek online di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Foto: Dok. Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo berbincang dengan pecalang dan komunitas ojek online di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Foto: Dok. Polri

Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Silaturahmi Sabuk Kamtibmas bersama komunitas ojek online dan pecalang yang digelar di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang mempererat hubungan kemitraan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pecalang dan komunitas ojek online merupakan mitra strategis Polri atau sabuk kamtibmas yang memiliki peran penting dalam membantu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, tantangan keamanan yang semakin dinamis menuntut hadirnya sinergi yang semakin kuat antara Polri dengan seluruh komponen masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo berbincang dengan pecalang dan komunitas ojek online di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Foto: Dok. Polri

"Pecalang dan komunitas ojek online memiliki peran penting dalam membantu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)," kata Sigit, dalam keterangannya.

Bagi masyarakat Bali, keberadaan pecalang selama ini bukan sekadar perangkat pengamanan adat, melainkan representasi nilai-nilai kearifan lokal yang menjaga harmoni kehidupan masyarakat. Dengan pemahaman yang kuat terhadap adat, budaya, dan karakter wilayahnya, pecalang menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Di sisi lain, komunitas ojek online memiliki mobilitas yang tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di berbagai wilayah. Posisi tersebut menjadikan komunitas ojek online sebagai mitra strategis dalam mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, sekaligus menjadi penghubung informasi yang mampu memperkuat respons cepat kepolisian di lapangan.

Sigit menekankan bahwa kegiatan silaturahmi seperti ini perlu terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat koordinasi, komunikasi, dan pertukaran informasi antara Polri dengan pecalang maupun komunitas ojek online. Hubungan yang terjalin secara erat diyakini akan semakin memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung keberhasilan berbagai agenda pembangunan nasional.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo berbincang dengan pecalang dan komunitas ojek online di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Foto: Dok. Polri

"Polri membutuhkan sinergi yang kuat dengan pecalang dan komunitas ojek online sebagai mitra strategis atau sabuk kamtibmas dalam mendukung terwujudnya kamtibmas yang kondusif," ujarnya.

Selain itu, Sigit berharap komunitas ojek online dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus berperan aktif melaporkan setiap kejadian maupun potensi gangguan keamanan kepada kepolisian. Dengan jaringan yang luas dan aktivitas yang menjangkau berbagai wilayah, komunitas ojek online diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem deteksi dini yang mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Penguatan sinergi antara Polri, pecalang, dan komunitas ojek online mencerminkan pendekatan pemeliharaan keamanan yang mengedepankan kemitraan, partisipasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi implementasi community policing, di mana keamanan dibangun melalui kepercayaan, komunikasi, dan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa dalam menjaga lingkungan masing-masing.

"Komunitas ojek online diharapkan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas serta aktif melaporkan setiap kejadian di lapangan kepada kepolisian. Sinergisitas Polri, pecalang, dan komunitas ojek online diharapkan semakin memperkuat kondusivitas wilayah serta meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," kata Sigit.

Momentum Silaturahmi Sabuk Kamtibmas di Kabupaten Badung akhirnya tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antara Polri, pecalang, dan komunitas ojek online. Pertemuan tersebut menjadi penegasan bahwa sinergisitas seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi penting dalam memperkuat kondusivitas wilayah, sehingga mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan menjaga Bali tetap menjadi daerah yang aman serta kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan.

"Kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat koordinasi, komunikasi, dan pertukaran informasi," ucapnya.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, melakukan dialog dengan pecalang dan komunitas ojek di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Foto: Dok. Polri

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri turut mendengarkan aspirasi pecalang dan juga driver ojek online. "Saya ingin mendengarkan langsung situasi dan kondisi, khususnya terkait keamanan serta pasca-penyesuaian tarif ojek online, maupun hal-hal lain yang bisa kita sampaikan untuk menjadi bahan evaluasi bersama," imbuh Sigit.

Ketua Manggal Pecalang, Wayan Suarya, mengaku bangga karena mendapat kesempatan untuk bertatap muka dengan pimpinan Polri.

"Yakinlah bahwa pecalang siap kapan saja di seluruh desa adat melalui koordinasi dengan Kapolsek dan Dirbinmas. Keberadaan pecalang telah ada sejak sebelum kemerdekaan dan benar-benar menjadi bagian dari perjuangan masyarakat," kata dia.

"Semoga dengan keberadaan kami, komunikasi dan konsolidasi bersama unsur keamanan dapat semakin cepat," sambungnya.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, foto bersama dengan sejumlah pecalang dan komunitas ojek online usai melakukan dialog di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Foto: Dok. Polri

Sementara itu, perwakilan ojek online dari Grab sempat menyinggung soal juru parkir liar. Ia berharap ada para ojol bisa digratiskan biaya parkir saat menjemput penumpang maupun mengantar dan mengambil orderan makanan dan minuman.

"Permasalahan menyangkut parkir. Ada oknum juru parkir yang mengatasnamakan banjar tanpa memberikan karcis, padahal aplikasi mewajibkan adanya karcis sebagai bukti untuk penggantian biaya parkir," katanya.

"Bagaimana jika para pengemudi ojol dapat bekerja sama sehingga parkir dapat digratiskan apabila tidak diberikan karcis? Saat mengantar pelanggan ke kawasan ramai seperti Petitenget, kami hanya menyelesaikan proses penurunan pelanggan sekitar lima menit dan tidak mangkal, namun sering diusir. Mohon kiranya hal ini dapat disosialisasikan," tambahnya.

Kapolri lalu meminta Kapolda untuk membahas hal ini agar tercapai kesepakatan terkait biaya parkir.

"Terkait permasalahan parkir, saya meminta Pak Kapolda memimpin pembahasan untuk mencapai kesepakatan. Saran saya, mekanismenya diresmikan sehingga biaya parkir dapat direimburse melalui aplikasi," kata Sigit.