Polri Siapkan 6 Pos Identifikasi Korban Kapal Virgo yang Terbalik di Laut Jawa

Polri menyiapkan enam posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk mendukung proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8. Posko tersebut tersebar di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan posko DVI disiapkan untuk proses identifikasi antemortem maupun postmortem.
“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” kata Trunoyudo dalam keterangannya, Minggu (13/9).
Enam posko tersebut yakni:
Posko DVI Antemortem Dokkes Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Posko DVI Antemortem Polda Jatim di Pelabuhan Sumenep.
Posko DVI Postmortem Polda Jatim di RS Bhayangkara Surabaya.
Posko DVI Postmortem Polda Kalsel di RS Bhayangkara Banjarmasin.
Posko DVI Postmortem di RSUD Ulin Banjarmasin.
Posko DVI Antemortem Biddokkes Polda Kalsel di Pelabuhan Trisakti
Tiga Kapal Polisi Dikerahkan
Selain menyiapkan posko identifikasi, Polri juga memperkuat operasi SAR dengan mengerahkan tiga Kapal Polisi terdekat ke lokasi kejadian.
Ketiga kapal tersebut yakni KP Laksmana-7012 dari BKO Kalsel dengan jarak sekitar 80 NM dan estimasi waktu tempuh tujuh jam, KP Ibis-6001 dari BKO Kalteng dengan jarak sekitar 103 NM dan estimasi waktu tempuh sembilan jam, serta KP Manyar-5003 dari BKO Surabaya dengan jarak sekitar 200 NM dan estimasi waktu tempuh 24 jam.
Ketiga kapal telah melakukan persiapan bekal ulang sebelum diberangkatkan untuk mendukung pencarian dan evakuasi.
“Polri memberikan dukungan penuh dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian. Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bergerak secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian di lokasi,” ujar Trunoyudo.
Operasi SAR juga diperkuat sejumlah kapal lain, termasuk KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, dan KM Cahaya Bahati Jaya.
Selain itu, dua unit helikopter turut dikerahkan, masing-masing milik Polda Kalteng dan Basarnas Surabaya.
“Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga Kapal Polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya. Seluruh kekuatan ini bergerak untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi,” kata Trunoyudo.
Sebelumnya diberitakan, hingga Minggu sore, sebanyak 107 orang telah dievakuasi, 6 di antaranya meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (13/9). Kapal tersebut membawa 243 penumpang dan awak kapal.
Laporan diterima Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA. Kapal diduga mengalami kondisi darurat akibat cuaca buruk sebelum komunikasi terputus sekitar pukul 02.00 WITA.
