Prabowo Bakal Groundbreaking PLTS 100 GW di Bali Hari Ini

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan meluncurkan sekaligus groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8).

Prasetyo bilang, PLTS ini merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.

"Diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil," kata Prasetyo dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, Prabowo telah menginstruksikan pembangunan PLTS 100 GW ini dipercepat dan selesai pada 2029. Program ini ditargetkan bisa menghemat biaya listrik Rp 73,9 triliun per tahun.

Prasetyo menyebut, pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GW PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

"Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Program ini akan dibangun bertahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp," paparnya.

Sementara, Prasetyo menambahkan, sepanjang 2025, pemerintah telah membangun 15 pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (12 PLTS dan 3 PLTMH) senilai Rp 103,3 miliar, melayani 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum.

"Pada 2026, pembangunan berlanjut di 39 lokasi PLTS Terpadu wilayah 3T untuk 4.259 rumah tangga (Rp 450,2 miliar) dan 3 lokasi PLTMH untuk 464 rumah tangga (Rp50,4 miliar). Program Listrik Desa telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi, dengan 220.845 rumah tangga tidak mampu menerima manfaat BPBL," tuturnya.

Prasetyo menambahkan, Program PLTS 100 GW juga diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi pembangkit, baterai, dan jaringan, penguatan industri solar PV dalam negeri, serta penciptaan green jobs.

"RUPTL 2025-2034 diproyeksikan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan, lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi green jobs," ungkapnya.

"Pemerintah memastikan pembangunan PLTS 100 GW akan terus dikawal secara bertahap dan terukur, sejalan dengan komitmen mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan kompetitif di bidang energi," kata dia.