Prabowo Bicara 'Jas Hijau': Jangan Sekali-kali Lupakan Jasa Ulama

Presiden Prabowo Subianto menilai peran ulama, kiai, dan pesantren sangat besar, terutama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa awal berdirinya negara.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8).
Prabowo mengatakan kemerdekaan Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta. Namun, menurutnya, kemerdekaan tersebut kemudian diuji dalam pertempuran di Surabaya pada Oktober-November 1945.
"Sebagai penutup saya ingin menyampaikan penghormatan saya kepada para kiai dan ulama karena kemerdekaan bangsa Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta tapi kemerdekaan bangsa Indonesia diuji di Surabaya dan dalam pertempuran Surabaya Oktober-November tahun 1945 peran dari ulama peran dari kiai-kiai peran dari pesantren sangat besar saudara-saudara," kata Prabowo.
Prabowo kemudian mengaitkan pernyataannya dengan pesan yang selama ini dikenal sebagai 'Jas Merah', yang merujuk pada ungkapan Presiden Soekarno agar bangsa Indonesia tidak melupakan sejarah.
Dia pun membuat istilah serupa untuk mengingatkan pentingnya jasa para ulama.
"Karena itu saya ingin pernah kalau tidak salah Bung Karno ya mengatakan Jas Merah jangan sekali-sekali melupakan sejarah, saya ingin menyampaikan Jas Hijau: jangan sekali-sekali melupakan jasa ulama," ujarnya.
Menurut Prabowo, penghormatan terhadap ulama tidak hanya ditujukan kepada tokoh-tokoh yang dikenal luas. Dia juga mengapresiasi para kiai di kampung yang selama ini menjalankan peran sosial dan keagamaan tanpa banyak mendapat sorotan publik.
"Terima kasih kepada semua ulama yang terkenal maupun kiai-kiai kampung yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita menjaga kerukunan umat dan kerukunan antar umat menjaga kedamaian di desa dan mendoakan bangsa tanpa meminta apa pun kepada negara," kata dia.
Prabowo kemudian menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada seluruh ulama atas kontribusi mereka bagi masyarakat dan bangsa.
"Terima kasih hormat saya kepada para ulama semuanya," tandasnya.
