Prabowo Dapat Laporan Lahan Karhutla Jadi Kebun Sawit: Cabut Izin Usahanya

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto adanya lahan di Kalimantan yang sempat terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi kemudian berubah menjadi kebun kelapa sawit.
Menurut Suharyanto, lahan tersebut baru saja terbakar ketika lokasi di tempat lain sudah disiapkan untuk rencana penanaman kelapa sawit.
Suharyanto juga melaporkan penangkapan pelaku pembakaran lahan di Jambi. Pelaku mengaku mendapat bayaran Rp 500 ribu untuk membakar lahan.
"Dan memang di lapangan betul sekali memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan cara membakar, kami menangkap di Jambi ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya Rp 500 ribu, diberi uang dan kemudian di Kalimantan Barat terlihat di gambar lokasi yang baru saja kebakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain, lokasi itu sudah berubah jadi rencana penanaman pohon, pohon sawit," ujar Suharyanto dalam rapat terbatas secara daring terkait penanganan bencana bersama Presiden Prabowo secara daring, Senin (7/9).
138 Tersangka Karhutla Diamankan
Prabowo kemudian bertanya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai jumlah pelaku pembakaran hutan dan lahan yang telah ditangkap.
Listyo menyampaikan ada ratusan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga memproses sejumlah korporasi terkait kasus karhutla.
"200 laporan yang kami proses, ada 138 tersangka yang kita amankan, 119 sengaja dan 18 lalai, kemudian ada 8 korporasi yang kami proses kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap 18 perusahaan dan 42 perusahaan yang saat ini diberikan sanksi administrasi pembekuan atau pencabutan izin apakah mereka melakukan pidana, kalau memang nanti mereka melakukan pidana, maka kami akan proses, jadi angka ini akan terus bergerak, bertambah disesuaikan dengan tim yang terus bergerak di lapangan," ucap dia.
Prabowo Minta Nama Korporasi Dikirim
Dalam kesempatan itu, Prabowo meminta nama-nama korporasi yang diduga terlibat karhutla segera dikirimkan kepadanya.
"Saya tertarik juga habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat, jadi ini benar-benar kesengajaan, apakah ini rakyat atau korporasi?" kata Prabowo.
"Tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, 8 maupun yang 18," sambungnya.
Prabowo mengatakan akan meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Satgas PKH menilai korporasi yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Jika terbukti melakukan pelanggaran, Prabowo membuka kemungkinan pencabutan izin usaha dan hak guna usaha (HGU) perusahaan.
"Dan nanti akan saya minta mungkin Menteri Kehutanan, ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai, kalau perlu kita segera cabut semuanya, semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya, dan sebagainya, ini sudah kelewatan, saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," ujar Prabowo.
