Prabowo: Hati-hati, Saya Tahu Siapa yang Bayar-bayar Demo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo berpidato di Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026, Gorontalo, 24 Juni 2026 Foto: Dok. YouTube Setpres
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo berpidato di Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026, Gorontalo, 24 Juni 2026 Foto: Dok. YouTube Setpres

Presiden Prabowo Subianto menyinggung aksi demonstrasi yang kerap ditujukan kepada dirinya saat menghadiri acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di GOR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6).

Dalam sambutannya, Prabowo mengaku mengetahui pihak-pihak yang membiayai aksi demonstrasi. Meski demikian, ia memilih tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Saudara-saudara sekalian, hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu," kata Prabowo.

Namun, menurut Prabowo, para peserta aksi demonstrasi belum tentu memahami substansi dari tuntutan yang mereka suarakan. Ia bahkan berkelakar bahwa sebagian peserta aksi hanya mengetahui mereka menerima bayaran untuk ikut berdemonstrasi.

"Tapi enggak apa-apa, yang bayar demo ditanya anak-anak demo enggak ngerti. 'Mau demo apa ya? Umm... kami dibayar Rp 200 ribu' katanya," ujarnya yang disambut tawa hadirin.

Lebih lanjut, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kekompakan di tengah persaingan global yang semakin ketat. Ia menilai Indonesia saat ini sedang berkompetisi dengan banyak negara sehingga membutuhkan persatuan dan dukungan dari seluruh rakyat.

"Tapi ada, saya enggak mengerti saudara-saudara kita ini kalau merasa apa ya, kalau kita dalam pertandingan gitu ya, kita jadi suporter kan kita dukung satu tim 'Ayo maju maju maju'. Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara, harusnya bangsa ini kompak," tuturnya.

Prabowo pun kemudian mengibaratkan kondisi bangsa seperti sebuah tim yang sedang bertanding. Menurutnya, jika ada kekurangan dalam permainan, dukungan tetap perlu diberikan terlebih dahulu sebelum evaluasi dilakukan setelah pertandingan selesai.

"Kalau ada yang kurang, temen yang kurang, tim kita lagi main ya, mainnya kurang bagus, ya tetap disuporter ya. Nanti begitu sudah selesai pertandingan baru dikoreksi," tandas dia.