Prabowo Kerahkan 1.000 Perwira ke Daerah, Edukasi Pembukaan Lahan Tanpa Membakar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diskusi Presiden RI dan Akademisi Terkait Penanganan Lahan Gambut pada Potensi Karhutla, Kamis (24/9/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Diskusi Presiden RI dan Akademisi Terkait Penanganan Lahan Gambut pada Potensi Karhutla, Kamis (24/9/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan menurunkan 1.000 perwira TNI ke sejumlah kabupaten untuk memberikan edukasi terkait pembukaan lahan. Polri juga berpeluang dilibatkan dalam upaya tersebut.

Langkah itu disampaikan Prabowo saat membahas masih adanya aturan di daerah yang memperbolehkan pembakaran lahan hingga dua hektare bersama dengan para pakar.

Prabowo mengatakan telah menugaskan TNI mengerahkan 1.000 perwira berpangkat mayor hingga kolonel ke kabupaten-kabupaten tersebut. Ia menyebut Polri juga kemungkinan akan dilibatkan.

"Jadi saya sudah tugaskan TNI, nanti mungkin Polri, saya turunkan 1000 perwira, mayor, letkol, kolonel. 1000, saya turunkan ke kabupaten-kabupaten itu, untuk memberi edukasi," kata Prabowo dalam unggahan akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (25/9).

Selain edukasi, Prabowo mengatakan pemerintah akan menawarkan solusi kepada masyarakat yang membutuhkan lahan. Pemerintah, kata dia, juga dapat menyiapkan pompa untuk mendukung kebutuhan masyarakat tanpa harus melakukan pembakaran.

"Dan solusinya sudah saya berikan. Kalau Anda butuh lahan, lapor, kita buatkan lahan untuk kalian. Kita siapkan pompa untuk kalian. Kita ingin rakyat kita sejahtera. Tidak mungkin kita mau celakakan rakyat kita," imbuhnya.

Hal ini berangkat dari kerasahan Prabowo soal masih ada Perda yang memperbolehkan pembukaan lahan dengan cara membakar.

"Yang pertama, kita harus koreksi regulasi. Itu nanti kita harus tegas. Masih ada 8 Perda di kabupaten bayangkan, yang mau pakai loophole bahwa boleh bakar 2 hektar," tuturnya.

Diskusi Presiden RI dan Akademisi Terkait Penanganan Lahan Gambut pada Potensi Karhutla, Kamis (24/9/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Prabowo menilai ketentuan yang memperbolehkan seseorang membakar lahan hingga dua hektare tidak masuk akal. Sebab, api dengan luas tersebut akan sulit dikendalikan apabila sudah membesar.

"Which is menurut saya complete nonsense. Bahwa satu orang boleh bakar 2 hektar. Kalau dia bakar 2 hektar, bagaimana dihentikan itu kebakaran? Satu orang nggak mungkin, kalau sudah satu hektar satu lapangan bola terbakar, satu orang mau hentikan?" ujarnya.

Prabowo bahkan menilai aturan tersebut dapat menjadi celah dalam praktik pembakaran lahan.

"Kan itu, itu kan menipu, Perda ini menipu. Ya jadi ini penggalangan," tandas Prabowo.