Prabowo Minta BMKG Gencarkan Modifikasi Cuaca Hadapi El Nino Saat Kemarau

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi El Nino. Foto: Toa55/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi El Nino. Foto: Toa55/Shutterstock

Presiden Prabowo Subianto meminta BMKG memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) di berbagai wilayah Indonesia untuk mengantisipasi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi bersamaan dengan musim kemarau tahun ini.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fatani mengatakan, instruksi itu diberikan agar pemerintah lebih siap menghadapi potensi kekeringan dan menjaga ketahanan pangan nasional.

"Bapak Presiden itu memberikan instruksi, memberikan direktif kepada BMKG agar memperkuat operasi modifikasi cuaca di Indonesia agar kita dapat mengantisipasi kemarau yang bersamaan dengan El Nino ini dengan sebaik-baiknya," ujar Teuku usai menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) IKASTARA di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Sabtu (23/5).

Menurut Teuku, operasi modifikasi cuaca nantinya akan dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia untuk menjaga ketersediaan air di waduk, embung, hingga daerah tangkapan air.

Kepala BMKG Teuku Faishal Fathani di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

"Jadi OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) ini akan bertahap di seluruh Indonesia," kata dia.

Teuku menjelaskan, pemerintah perlu mengantisipasi dampak El Nino karena fenomena tersebut berpotensi membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.

"Dan itu yang perlu kita waspadai ketika di bulan Juni, Juli, Agustus, nanti puncak musim kemarau Agustus, September, itu dapat membuat kemarau di Indonesia akan lebih panjang dan juga lebih kering dari yang terjadi dalam rata-rata 30 tahun terakhir," ungkapnya.

Teuku mengatakan, operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk memastikan cadangan air nasional tetap terjaga, terutama demi mendukung target swasembada pangan pemerintah.

"Nah kemudian nanti ketika musim kemarau terjadi tentunya kita harus siap apabila ingin swasembada pangan maka kita punya 220 bendungan di Indonesia kurang lebih, itu apakah sanggup untuk dapat mengairi irigasi, untuk air minum, untuk pembangkit listrik," tandasnya.