Pram Minta Bentrokan Petugas Dishub-Satpol PP dan Pekerja Proyek Diproses Hukum

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau proses pembangunan Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau proses pembangunan Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta proses hukum tetap berjalan menyusul bentrokan antara petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan.

Pramono mengatakan, bentrokan tersebut bermula saat petugas melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar. Dalam kegiatan itu, petugas Dishub melakukan penindakan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan dengan mencabut pentil ban.

“Awalnya adalah ini merupakan penertiban terhadap PKL, parkir liar, dan juga pedagang kaki lima yang sementara tetapi menggunakan lahan-lahan yang mengganggu ketertiban masyarakat,” kata Pramono saat memberikan keterangan di Jakarta Timur, Senin (12/10).

Menurut Pramono, situasi kemudian memanas setelah muncul provokasi yang memicu bentrokan antara petugas dan pekerja proyek di lokasi tersebut.

“Kemudian ada yang memprovokasi, terutama bagi para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada,” ujar Pramono.

Petugas Dishub kemudian mundur dari lokasi. Namun, sejumlah orang masih mengejar petugas, termasuk anggota Satpol PP yang menjadi korban pemukulan menggunakan helm.

“Termasuk Satpol PP yang kemudian dipukul, dihantam pakai helm, dan apa Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima 6 jahitan,” kata Pramono.

Atas kejadian tersebut, Pramono menegaskan tidak ingin tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas dibiarkan begitu saja. Ia meminta aturan ditegakkan dan proses hukum tetap dilanjutkan.

“Kita nggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Karena itu mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main,” ujarnya.

Pramono juga menyebut perwakilan manajemen proyek telah mendatangi Camat Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf dan meminta agar persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

“Dan akibat itu, perwakilan dari manajemen project PT PP, saya enggak menyebutkan nama lengkapnya, menemui Camat Kebayoran Baru dan menyampaikan permohonan maaf dan juga minta untuk bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Pramono.

Meski demikian, Pramono menegaskan upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak menghapus proses hukum atas dugaan kekerasan terhadap petugas. Ia juga meminta Kepala Dinas Satpol PP mendengarkan keterangan dari pihak manajemen proyek.

“Tetapi sampai sekarang karena ini sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar, dan kemudian mengintimidasi, saya minta untuk proses hukumnya tetap ditegakkan,” Jelas Pramono.

Sebelumnya diberitakan, kericuhan antara petugas Satpol PP DKI Jakarta dan sejumlah pekerja proyek terjadi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terekam kamera dan beredar di media sosial.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/10). Semuanya bermula dari penertiban aktivitas yang mengganggu hak pengguna jalan di sepanjang trotoar.

Satriadi menjelaskan bahwa penertiban dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, Polri, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Penertiban itu menindaklanjuti aduan masyarakat mengenai aktivitas yang mengganggu trotoar dan hak pejalan kaki. Saat itu petugas menertibkan kendaraan yang parkir liar, juga bersama Dishub melakukan operasi cabut pentil terhadap sepeda motor yang terparkir di lokasi.

"Yang memicu ya yang parkir liar itu," kata Satriadi saat dihubungi kumparan, Minggu (11/10).