Pram Minta Sopir Truk yang Nyangkut di Kolong Jembatan Matraman Ditindak Tegas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menghadiri perayaan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 tahun 2026 di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menghadiri perayaan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 tahun 2026 di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta sopir dari truk yang tersangkut di kolong Jembatan Perlintasan Kereta Api di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (16/7) ditindak tegas.

Pramono mengatakan dirinya telah menginstruksikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta berkoordinasi dengan Korlantas Polri untuk memberikan sanksi tegas kepada pengemudi yang lalai.

“Sedangkan yang kemarin kejadian di salah satu yang kemudian yang sama (tabrak fasilitas umum) karena sopirnya main HP, saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan melakukan koordinasi dengan Kakorlantas. Siapapun yang melakukan itu ditindak sekeras-kerasnya,” kata Pramono usai menghadiri Wisuda Mahasiswa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXII Tahun 2025 dan Studium General Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7).

Pramono bahkan meminta agar surat izin mengemudi (SIM) dari pengemudi yang terbukti lalai dicabut.

“Kalau perlu license atau izinnya dicabut,” ujarnya.

Tak hanya menyasar pengemudi, Pramono juga menegaskan perusahaan angkutan akan ikut dikenai sanksi apabila pelanggaran serupa terus berulang akibat kelalaian dalam mengawasi sopir.

“Kalau kemudian perusahaannya juga masih melakukan yang sama, maka perusahaan yang akan mendapatkan teguran karena tidak menyiapkan sopir yang kemudian tertib dan sebagainya,” ucapnya.

Menurut Pramono, ketegasan diperlukan agar kejadian serupa tidak terus mengganggu keselamatan masyarakat maupun merusak fasilitas publik di Jakarta.

“Karena enggak boleh Jakarta terganggu dengan hal-hal yang seperti itu,” katanya.

Sebelumnya, sebuah truk molen tersangkut di kolong Jembatan Perlintasan Kereta Api di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (16/7) dini hari.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Harlem Simanjutak mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Petugas Dishub langsung menuju lokasi setelah menerima laporan sehingga proses evakuasi dapat diselesaikan sekitar pukul 04.00 WIB.

“Petugas langsung bergerak ke lokasi begitu menerima informasi, sehingga proses evakuasi berlangsung cepat dan selesai sekitar pukul 04.00 WIB. Dengan begitu arus lalu lintas kembali normal,” kata Harlem dalam keterangannya.

Harlem memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada struktur jembatan akibat kejadian tersebut.

“Tidak ada korban jiwa maupun gangguan perjalanan kereta api,” ujarnya.

Dishub DKI Jakarta mengimbau seluruh pengemudi, khususnya kendaraan bertonase dan berdimensi besar, agar selalu memperhatikan rambu batas ketinggian serta memastikan dimensi kendaraan sesuai dengan kondisi jalan yang akan dilalui guna mencegah kejadian serupa.