Pramono Buka Peluang MRT Timur-Barat Diperpanjang hingga Tangerang Selatan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sambutan saat peluncuran Konsep Desain Transformasi Kawasan Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sambutan saat peluncuran Konsep Desain Transformasi Kawasan Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang perpanjangan jalur MRT Timur-Barat hingga Tangerang Selatan. Hal itu dimungkinkan apabila pembangunan MRT fase pertama dan kedua, termasuk pembangunan depo di Rorotan, berjalan lancar.

Pramono mengatakan, kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk pembangunan MRT jalur Timur-Barat pada fase pertama telah dimulai. Proses pembebasan lahan juga sudah berjalan dan tim untuk proyek tersebut telah dibentuk.

“Jadi sekarang ini pada fase pertama kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk MRT barat-timur itu sudah dimulai. Pembebasan lahan sudah dimulai, timnya sudah dibentuk,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10).

Pramono menyebut, kelanjutan pembangunan MRT Timur-Barat akan bergantung pada kelancaran pengerjaan fase pertama dan kedua, terutama pada bagian tengah jalur tersebut serta pembangunan depo di Rorotan.

Ilustrasi transportasi umum MRT. Foto: ADEK BERRY/AFP

"Kalau fase pertama kedua ini berjalan lancar termasuk nanti untuk depo yang ada di Rorotan berjalan lancar, maka kemungkinan untuk MRT timur-barat sampai dengan Tangerang, bahkan ada keinginan sampai dengan Tangerang Selatan, Insyaallah akan bisa diwujudkan,” lanjut Pramono.

Ia menilai, pengembangan transportasi umum yang menjangkau wilayah penyangga Jakarta memungkinkan dilakukan. Pramono mencontohkan perkembangan layanan Transjakarta yang kini melayani perjalanan lintas wilayah melalui Transjabodetabek.

Menurut dia, layanan Transjabodetabek, termasuk rute menuju Bogor dan bandara, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum yang terintegrasi.

Rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta melintas memasuki Stasiun ASEAN di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Foto: Angga Budhiyanto/ANTARA FOTO

“Transjabodetabek juga bisa survive, bahkan sekarang yang ke Bogor setiap hari rata-rata 10 ribu setiap hari. Padahal perencanaannya hanya 2 ribu. Dan saya masih ingat waktu itu apa, flag-off-nya saya kasih ke Bu Rani tuh flag-off-nya. Dan sekarang sudah 10 ribu termasuk yang ke bandara sekarang rata-rata sudah 7 ribuan,” kata Pramono.

Pramono berharap, pengaturan dan pengembangan transportasi yang lebih baik dapat meningkatkan layanan mobilitas masyarakat di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

“Sehingga dengan demikian, mudah-mudahan dengan pengaturan yang lebih baik ini transportasi di Jakarta menjadi lebih baik,” tutupnya.