Pramono Imbau Warga Jakarta Bijak Gunakan Air di Musim Kemarau

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat saat Apel Jaga Jakarta di Lapangan Silang Monas Sisi Selatan, Rabu (2/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat saat Apel Jaga Jakarta di Lapangan Silang Monas Sisi Selatan, Rabu (2/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat untuk bijak menggunakan air di tengah musim kemarau yang melanda Indonesia.

“Kepada masyarakat, bersama kita jaga lingkungan masing-masing mulai dengan menggunakan air secara bijak,” kata Pramono saat menghadiri Apel Jaga Jakarta dalam menghadapi Kesiapsiagaan Musim Kemarau di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/9).

Pramono mengatakan berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026. Fenomena El Nino juga diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, mulai dari kekeringan, kebakaran, penurunan kualitas udara, hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat.

Warga beraktivitas di dekat pohon yang meranggas di Jakarta, Rabu (31/7). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau di Jakarta akan berlangsung hingga Oktober 2019. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

“Berdasarkan prediksi BMKG, puncak kemarau terjadi pada bulan Agustus sampai dengan September tahun 2026 dengan fenomena El Nino yang masih berlangsung hingga awal tahun 2027,” kata Pramono.

Untuk mengantisipasi kekurangan air, Pemprov DKI telah menyiapkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang rawan kekeringan.

Pramono menyebut terdapat 29 tangki dari 10 instansi dan lembaga yang disiapkan untuk membantu mengatasi persoalan kekurangan air di Jakarta.

“Telah disediakan 29 tangki dari sepuluh instansi lembaga yang berpartisipasi untuk mengatasi persoalan kekurangan air di Jakarta,” ujarnya.

Kelurahan Kalibaru dan Semper Sudah Alami Kekeringan

Ilustrasi El Nino. Foto: Toa55/Shutterstock

Saat ini terdapat dua kelurahan yang disebut sudah mengalami kekeringan, yakni Kelurahan Kalibaru dan Kelurahan Semper.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan, masyarakat yang mengalami kekeringan dapat melaporkan kondisi tersebut melalui layanan 112.

BPBD telah berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan memfasilitasi distribusi air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

“Kami sudah berkoordinasi juga dengan PAM Jaya untuk menyiapkan jalur komunikasi terutama kami siapkan melalui 112,” ujar Marulitua.

Menurutnya, mekanisme pelaporan tersebut telah disosialisasikan kepada jajaran wali kota, kecamatan, dan kelurahan.

“Bilamana masyarakat menemukan kejadian kekeringan segera melaporkan ke 112 dan kami akan memfasilitasi dengan PAM Jaya untuk distribusi air bersihnya,” lanjutnya.

Stok Pangan dan Kesehatan Disiapkan

Petugas damkar tengah memadamkan kebakaran di lapak penampungan sampah, kawasan Duren Sawit, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dalam kesempatan yang sama, Pramono mengatakan mitigasi musim kemarau juga mencakup ketahanan pangan, kualitas udara, dan kesehatan masyarakat.

Ia meminta jajarannya memastikan langkah mitigasi dapat dilakukan sejak dini dan tidak menunggu persoalan terjadi.

“Kondisi cuaca yang terus berubah menyebabkan kita harus selalu siaga dan menyiapkan langkah mitigasi cadangan, mulai dari memastikan ketersediaan air, mencegah kebakaran, menjaga kualitas udara, memperkuat ketahanan pangan, melindungi kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Pramono juga meminta koordinasi lintas sektor diperkuat untuk menghadapi dampak musim kemarau. Pengawasan stok pangan menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan bersama unsur Forkopimda.

“Ke depan, sinergi bersama segenap unsur Forkopimda terus diperkuat dalam menghadapi dampak musim kemarau dengan melakukan pengawasan titik rawan kebakaran, pengawasan stok pangan, serta meningkatkan edukasi mengenai bahaya arus pendek listrik di pemukiman padat penduduk,” katanya.