Pramono Pastikan Ganjil-Genap dan CFD Tak Berubah, Dishub Evaluasi Rutenya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Papan penerapan ganjil genap di sejumlah ruas jalan di Jakarta, Senin (24/4/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Papan penerapan ganjil genap di sejumlah ruas jalan di Jakarta, Senin (24/4/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tidak ada perubahan pada kebijakan ganjil-genap dan car free day (CFD) di Jakarta.

Meski begitu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI tengah mengevaluasi penerapan ganjil-genap yang sudah berjalan satu dekade, termasuk rute-rute yang diberlakukan.

Isu ini mencuat setelah Pramono bertemu Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin pada Senin (28/9) untuk membahas kedua kebijakan tersebut.

"Ganjil-genap tidak ada perubahan," kata Pramono di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9).

Saat ditanya soal CFD, Pramono juga memastikan kebijakan itu tetap berjalan seperti biasa.

"Car free day tidak ada perubahan," tambahnya.

Suasana Car Free Day (CFD) Kuningan sepanjang ruas Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (13/9/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Dishub Evaluasi 10 Tahun Ganjil-Genap

Sementara itu, Budi mengatakan Dishub DKI masih mengevaluasi penerapan ganjil-genap. Evaluasi dilakukan dengan menimbang dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan kondisi lalu lintas.

"Ada focus group discussion (FGD) ya dan kita melakukan evaluasi, 10 tahun kan, ganjil-genap itu. Dan memang ada antara perekonomian dan kemacetan," kata Budi di lokasi yang sama.

Menurut Budi, ganjil-genap turut berdampak pada aktivitas ekonomi. Karena itu, Dishub akan mengkaji ulang sejumlah ruas jalan yang kini menerapkan aturan tersebut.

"Nah, ini juga akan kita lihat kembali nantinya dan juga mungkin tempat, rute-rute ganjil-genapnya, nah ini kan perlu kaji ulang kembali nanti," jelasnya.

Namun, Budi menegaskan belum ada keputusan untuk mengubah aturan maupun rute ganjil-genap. Dishub masih mengevaluasi, termasuk mempertimbangkan permintaan relaksasi dari masyarakat.

"Belum ada perubahan sih. Kita masih hanya melihat saja dan mengevaluasi saja, melihat yang 10 tahun ganjil-genap," tutur Budi.

Di sisi lain, Budi menilai ganjil-genap selama ini efektif mengurangi kemacetan dan memperlancar arus kendaraan.

"Dibandingkan dengan tidak ada ganjil-genap, kemacetan akan lebih parah," tandas Budi.