Pramono Siapkan Markas Satpol PP DKI Jakarta, Target Pembangunan Awal 2027

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 7 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri HUT Satpol PP di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri HUT Satpol PP di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana menyiapkan markas komando (Mako) yang lebih representatif untuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta yang direncanakan akan dibangun awal 2027 mendatang.

“Tadi saya duduk, saya bisik-bisik sama Pak Wagub, saya bisik-bisik sama Pak Sekda, kita bertiga sepakat sudah waktunya Satpol PP punya Mako yang baik. Dan kita mulai paling lambat tahun ini perencanaannya harus selesai,” kata Pramono saat menghadiri HUT ke-76 Satpol PP dan ke-64 Satlinmas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

“Mudah-mudahan paling lama awal tahun depan sudah mulai dibangun,” sambungnya.

Pramono menyebut terdapat tiga alternatif lokasi yang tengah dipertimbangkan untuk Mako Satpol PP.

“Maka, Pak Satriadi, segera koordinasikan untuk Mako Satpol PP. Tadi kami sudah bisik-bisik dengan Pak Wagub dengan Pak Sekda, apakah di tempat sekarang yang ada di mana? Cempaka Putih, atau yang di tempat baru. Ada dua-tiga alternatif, nanti segera diputuskan,” ujarnya.

Sejumlah Satpol PP DKI Jakarta mengikuti apel HUT Satpol PP ke-75 di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menurut Pramono, keberadaan Mako yang representatif juga diharapkan dapat menunjang peningkatan pendidikan dan kerja sama Satpol PP.

“Kalau Mako-nya sudah bagus, kemudian pendidikannya menjadi lebih bagus, kerjasamanya lebih bagus,” katanya.

Pramono menegaskan pembangunan kantor baru tersebut tetap akan dilakukan meski pemerintah daerah tengah menerapkan efisiensi anggaran.

“Memang sudah waktunya Satpol PP ini mempunyai kantor yang lebih representatif karena apa pun ini kan wajah Jakarta. Selama ini Jakarta banyak memberikan kontribusi bagi kantor lain, tapi kadang-kadang seringkali kita menganaktirikan anaknya sendiri,” ujar Pramono.

Lebih lanjut ia menilai peningkatan fasilitas tersebut sejalan dengan perubahan wajah Satpol PP yang kini lebih ramah dan humanis tanpa kehilangan ketegasan.

“Karena Satpol PP saya lihat sudah mereformasi dirinya menjadi lebih humanis, lebih ramah, menyelesaikan persoalan tidak kehilangan ketegasannya tetapi tetap bisa diselesaikan,” tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan keterangan usai menghadiri HUT Satpol PP di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Satpol PP Mulai Dapat Kepercayaan Publik

Pramono juga menyoroti meningkatnya kepercayaan publik terhadap Satpol PP. Menurutnya, dahulu citra pelayanan yang paling banyak mendapat apresiasi masyarakat adalah Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar).

Namun, ia menilai Satpol PP kini mulai mendapatkan kepercayaan serupa setelah mengedepankan pendekatan yang lebih humanis.

“Kalau dulu yang dominan adalah Damkar, sekarang ini Satpol PP termasuk yang di dalamnya,” kata Pramono.

Ia bahkan mencontohkan tingginya kepercayaan masyarakat kepada petugas Damkar. Menurutnya, masyarakat kini kerap meminta bantuan Damkar untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membantu ibu hamil hingga persoalan kucing hilang dan ATM.

“Orang mau ambil rapot ada yang minta tolong Damkar. Dan saya mengalami sendiri ketika ada ibu-ibu hamil mau melahirkan pengen perutnya dielus-elus Damkar. Termasuk kalau ada ATM, kucing hilang, dan sebagainya,” ujarnya.

Pramono berharap Satpol PP juga dapat membangun citra serupa dengan tetap mempertahankan ketegasan dalam menegakkan ketertiban.

“Tugas Satpol PP pasti berbeda dengan Damkar. Kalau Damkar ini apa pun kan memberikan pertolongan. Kalau Satpol PP memindahkan orang, merapikan trotoar, PKL, wajah kesedihan yang dihadapi,” katanya.

“Tetapi kalau Saudara-saudara sekalian bisa melewati melalui ini dan kemudian wajahnya lebih humanis, tetap tegas, tetap tertib, tetap berwibawa, saya yakin wajah Jakarta akan total berubah,” lanjut Pramono.

Sejumlah Satpol PP DKI Jakarta mengikuti apel HUT Satpol PP ke-75 di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ia menilai penerapan gerakan 4S, yakni Senyum, Salam, Sapa, dan Santun, menjadi bagian penting dalam perubahan tersebut.

Pramono mencontohkan kinerja Satpol PP ketika penutupan lebih awal Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9). Saat itu, Satpol PP disebut bergerak cepat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lain, termasuk membagikan masker kepada masyarakat.

“Saya melihat yang paling depan, paling cekatan adalah Satpol PP. Adalah Satpol PP. Termasuk yang bagi-bagi masker dan sebagainya di beberapa tempat, beberapa wilayah,” kata Pramono.

Ia juga menyinggung penertiban kawasan Jalan Rasuna Said yang sebelumnya kerap dipenuhi ‘Pak Ogah’. Menurutnya, pendekatan yang tegas sekaligus humanis menunjukkan Satpol PP dapat menertibkan persoalan tanpa menimbulkan antipati masyarakat.

“Kalau kemudian Satpol PP-nya tidak kehilangan ketegasan tapi humanis, senyum, misalnya seperti yang pada waktu itu saya minta kepada Pak Satriadi untuk mengatur Satpol PP yang ada di Jalan Rasuna Said supaya Pak Ogah tidak ada di situ lagi. Dan ketika sudah tertib, semua orang bilang, ‘Kenapa dulu nggak bisa ditertibkan seperti itu?’,” ujarnya.

Artis Dunia Konser di Jakarta karena Kota Dinilai Aman

Pramono juga mengaitkan kondisi keamanan dan ketertiban Jakarta dengan semakin banyaknya artis internasional yang memilih menggelar konser di Ibu Kota.

Menurutnya, kedatangan sejumlah pesohor dunia menjadi salah satu indikator bahwa Jakarta kini dipandang sebagai kota yang aman dan nyaman untuk menggelar berbagai kegiatan internasional.

“Kalau Saudara-saudara perhatikan, sebelum ada vulkano kemarin Anak Gunung Krakatau, kunjungan ke Jakarta mengalami peningkatan yang sungguh sangat signifikan. Berbagai aktivitas di Jakarta orang merasa nyaman dengan Jakarta,” ujar Pramono.

Ia mencontohkan sejumlah nama besar yang akan atau telah menggelar pertunjukan di Jakarta, seperti Kanye West, The Weeknd, hingga BTS.

“Contohnya ada Kanye West. Kemudian ada The Weeknd yang akan main dua hari. Kemudian ada BTS main tanggal 26, 27, 29 (Desember). Itu tidak mungkin kalau wajah Jakarta-nya tidak aman, nyaman, nggak mungkin,” kata dia.

Pramono bahkan menyebut tingginya minat penonton dari luar negeri sebagai tanda bahwa Jakarta mulai menjadi alternatif destinasi hiburan internasional, dibandingkan kota-kota lain di kawasan.

Ia mencontohkan konser Kanye West yang menurutnya memiliki sekitar 40 persen pembeli tiket dari luar negeri.

“Saya juga baru mendengar ketika penyanyi legend Kanye West ini mau main, hampir 40 persen dari tiket yang terjual itu dari luar negeri yang beli. Dan itulah yang menunjukkan bahwa sekarang ini kalau dulu orang berlomba-lomba nontonnya di Singapura, ini sekarang orang melihat bahwa Jakarta menjadi alternatif untuk itu,” ujarnya.

Menurut Pramono, kondisi tersebut tidak terlepas dari rasa aman dan nyaman yang tercipta di Jakarta. Karena itu, ia meminta Satpol PP mempertahankan peran tersebut sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global.

Satpol PP Disebut Punya Peran dalam Menjaga Ekonomi Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan keterangan usai menghadiri HUT Satpol PP di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pramono turut mengaitkan tugas Satpol PP dengan kondisi perekonomian Jakarta. Ia mengatakan ketertiban dan rasa aman menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas ekonomi dapat berjalan normal.

“Jakarta sekarang ini tumbuh ekonominya 5,52 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional. Inflasinya adalah sekitar 2,7 persen, lebih rendah dari inflasi nasional,” kata Pramono.

Ia menyebut Jakarta saat ini berkontribusi sebesar 16,32 persen terhadap GDP nasional. Menurutnya, Satpol PP turut berperan dalam menjaga kondisi tersebut melalui pengamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.

“Jakarta sekarang ini IPM itu Indeks Pembangunan Manusia, kita itu nomor satu di seluruh provinsi di Indonesia. Jakarta sekarang pada posisi 85,05,” ujarnya.

“Hal yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, ketertiban, kenyamanan, dan ini salah satu peran utamanya adalah ada di Satpol PP,” sambungnya.

Pramono juga mengapresiasi kinerja Satpol PP dalam menjaga ketertiban saat rangkaian demonstrasi pada Agustus lalu. Ia menegaskan demonstrasi merupakan bagian dari demokrasi, tetapi tindakan anarkis, perusakan, dan gangguan ketertiban umum tidak dapat dibenarkan.

Ia menyebut Satpol PP bekerja bersama kepolisian dan Kodam Jaya, termasuk menjaga halte-halte transportasi umum, untuk memastikan Jakarta tetap aman dan tertib.

“Saudara-saudara sekalian sudah bekerja dengan baik,” kata Pramono.

Sementara itu, Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan jumlah personel Satpol PP saat ini masih belum ideal. Menurutnya, kebutuhan ideal personel mencapai sekitar 12 ribu orang.

Untuk menutupi keterbatasan personel, Satpol PP menggandeng Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Sebanyak 6.000 anggota Satlinmas telah dilantik dan kini membantu Satpol PP dalam patroli keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Ilustrasi satpol pp provinsi dki jakarta. Foto: Aditia Noviansyah

“Memang secara jumlah, Satpol PP pasti akan kurang ideal dari segi jumlah personelnya. Harusnya memang sampai angka 12.000. Tapi alhamdulillah kita juga, Pak Gubernur melakukan kreativitas, kami juga Satpol PP juga punya kreativitas yaitu dengan menggalang Satlinmas,” ujar Satriadi.

“Pak Gubernur dan Pak Wagub juga sudah melantik Satlinmas sebanyak 6.000 orang yang sekarang membantu Satpol PP dalam rangka patroli keamanan dan ketertiban yang kita bangun,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Satriadi juga menyampaikan transformasi Satpol PP melalui gerakan 4S. Menurutnya, pendekatan tersebut mendorong anggota untuk berkomunikasi lebih ramah, mengendalikan diri, serta mengedepankan pendekatan humanis saat menjalankan tugas.

Pramono berharap transformasi tersebut terus dipertahankan agar Satpol PP dapat menjadi bagian penting dalam membangun citra Jakarta sebagai kota global.

“Menjaga Jakarta, menjaga rasa aman warganya, menjaga ruang bagi perekonomian untuk terus tumbuh, dan menjaga kepercayaan dunia terhadap Jakarta,” kata Pramono.