Presiden Iran Tuding Blokade AL AS: Perpanjangan Operasi Militer

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara selama Debat Umum Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB di Kota New York pada 24 September 2025.  Foto: Timothy A. Clary/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara selama Debat Umum Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB di Kota New York pada 24 September 2025. Foto: Timothy A. Clary/AFP

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berkomentar terkait blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) di Selat Hormuz. Baginya, blokade ini sama saja perpanjangan operasi militer.

"Dunia jadi saksi bagaimana Iran bertoleransi dan membuka diri untuk rekonsiliasi. Tapi, apa yang dilakukan seperti blokade laut ini sama saja perpanjangan operasi militer," kata Pezeshkian, dilansir AFP, Jumat (1/5).

"Ini adalah harga yang harus dibayar sebuah negara, yang terus berjuang dan mempertahankan kemerdekaanya," kata Pezeshkian.

Situasi di Selat Hormuz sendiri masih begitu dinamis. Belum ada kesepakatan terbaru yang dicapai kedua negara, setelah perundingan dan dialog di Islamabad, Pakistan gagal mencapai kata sepakat.

USS Abraham Lincoln (CVN 72) Foto: Canadian Armed Forces/Handout via REUTERS

Belakangan, Selat Hormuz kembali sepi dan nyaris tak ada pelayaran. Namun Iran terus mengisi kapal-kapal tangkernya dengan jutaan barrel minyak.

Kapal-kapal tersebut tampaknya berkumpul di lepas pantai Kharg, dan kelompok lain berkumpul di dekat Chabahar, dekat perbatasan dengan Pakistan, karena Angkatan Laut AS mencegah kapal-kapal yang terkait dengan Iran untuk keluar dari Teluk Oman.

Pasukan Amerika mencegat M/V Sevan yang dikenai sanksi di Laut Arab pada Sabtu, insiden terbaru setelah kapal-kapal lain diputar balik minggu lalu sementara setidaknya dua kapal lainnya diperiksa di Asia.