Pria 200 Kg di Banyuwangi yang Dirawat di RS Meninggal, Damkar Bantu Pemakaman

ADS (35), pria penderita obesitas dengan berat badan sekitar 200 kilogram asal Banyuwangi, Jawa Timur, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis intensif. Ukuran tubuh almarhum yang obesitas membuat proses pemulangan hingga pemakaman kembali melibatkan tim gabungan.
Warga Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi ini sebelumnya dilarikan ke RSUD Blambangan pada Sabtu (11/7) malam akibat mengalami sesak napas. Namun, setelah upaya perawatan maksimal dari tim medis, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (13/7) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Karena keterbatasan fisik almarhum, pihak keluarga segera menghubungi Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi untuk meminta bantuan evakuasi jenazah dari rumah sakit hingga menuju tempat pemakaman umum (TPU).
Kepala Damkarmat Banyuwangi, Supriyono, menjelaskan bahwa operasi kemanusiaan kali ini membutuhkan sinergi dan persiapan taktis lintas instansi. Setelah menerima laporan dari pihak keluarga pada dini hari, personel Regu Brama langsung dikerahkan untuk bersiap ke RSUD Blambangan.
"Mengingat bobot almarhum yang mencapai 200 kilogram, seluruh rangkaian penanganan jenazah harus dilakukan dengan teknik khusus demi keamanan dan kehormatan almarhum," ujar Supriyono kepada kumparan, Senin (13/7).
Setelah jenazah selesai disucikan dan dikafani sesuai syariat di rumah sakit, tim gabungan yang terdiri dari Damkarmat dan Basarnas langsung bergerak. Menggunakan peralatan rescue seperti basket stretcher (tandu keranjang), katrol, dan tali karmantel, petugas memindahkan jenazah ke ambulans untuk dibawa ke rumah duka, lalu dilanjutkan ke masjid setempat untuk disalatkan.
Tantangan terbesar terjadi saat prosesi pemakaman di TPU setempat. Beratnya bobot peti jenazah membuat proses penurunan ke liang lahat tidak bisa dilakukan secara manual oleh beberapa orang saja.
Sebanyak belasan petugas gabungan dari Damkarmat dan Basarnas, dibantu oleh puluhan warga sekitar, harus bahu-membahu di area pemakaman. Petugas memasang peralatan tripod rescue yang dikombinasikan dengan tali webbing dan karabiner di atas liang lahat guna menopang serta menyeimbangkan berat peti.
Secara perlahan dan penuh kehati-hatian, belasan petugas mengulur tali secara kompak sembari diarahkan oleh warga dari berbagai sisi agar posisi peti masuk dengan presisi tanpa ada kendala.
Setelah melalui proses dramatis dan emosional yang memakan waktu beberapa jam, seluruh rangkaian pemakaman akhirnya rampung pada pukul 11.02 WIB dengan aman dan lancar.
"Ini adalah wujud komitmen pelayanan kemanusiaan menyeluruh dari kami. Sejak evakuasi medis awal dari rumah saat almarhum kritis, hingga mengantarkan ke peristirahatan terakhir hari ini, kami berupaya memberikan penanganan terbaik untuk menjaga marwah almarhum serta memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan," kata Edy.
