Profil Dudung Abdurachman, Eks KSAD yang Kini Jabat Kepala KSP
·waktu baca 2 menit

Jenderal (purn) Dudung Abdurachman dilantik sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara, Senin (27/4). Dudung menggantikan Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.
Dudung sempat menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ke-33, saat itu menggantikan Jenderal (purn) Andika Perkasa.
Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 19 November 1965, dari pasangan Nasuha dan Nasyati. Pendidikan Dudung ditempuh di Bandung, mulai dari SDN Patrakomala, SMP Kartika XIX-1, hingga SMAN 9 Bandung. Ia kemudian melanjutkan ke Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1988 dari kecabangan infanteri.
Selain pendidikan militer, Dudung juga meraih gelar Magister Manajemen dan menyelesaikan program doktor (S3) Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti pada 2023 dengan predikat cumlaude.
Jejak Karier Dudung
Karier militernya dimulai di satuan tempur, termasuk pernah bertugas di Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bakti di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Seiring waktu, ia menempati berbagai jabatan penting seperti Komandan Kodim, Komandan Detasemen Markas TNI, hingga Wakil Gubernur dan Gubernur Akademi Militer.
Namanya semakin dikenal publik saat menjabat Pangdam Jaya pada 2020. Saat itu, posisi Dudung sempat disorot karena memerintahkan penurunan baliho Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta.
Usai menjabat Pangdam Jaya, ia menjabat sebagai Panglima Kostrad pada 2021. Tak lama berselang, Presiden ke-7 RI Joko Widodo menunjuknya sebagai KSAD pada November 2021, posisi ini diembannya hingga memasuki masa pensiun pada 2023.
Setelah purnatugas, Dudung masih dipercaya mengemban peran di lingkaran pemerintahan. Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto, mengangkatnya sebagai Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional sekaligus Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan.
