Konten dari Pengguna

Program Kelapa Kita: Menggali Potensi Kelapa Menjadi Produk Bernilai Tambah

Razzan Bagus

Razzan Bagus

Mahasiswa mencoba jadi penulis/ UMY

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Razzan Bagus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Garongan, Kulon Progo — 19 Juli 2026. Program Young Sustainable Initiative (YSI) HIMASEPTA UMY 2026 melalui kegiatan Program Kelapa Kita dilaksanakan di Balai Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal dalam mengenalkan potensi komoditas kelapa serta mendorong masyarakat untuk melihat peluang pengembangan kelapa menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah.

Sumber: Dokumentasi Tim Program Kelapa Kita, 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi Tim Program Kelapa Kita, 2026.

Kegiatan diikuti oleh 13 orang tim pelaksana YSI HIMASEPTA, 5 orang volunteer, serta 19 orang kelompok sasaran yang terdiri dari anggota PKK dan KWT dari 9 padukuhan di Kalurahan Garongan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana yang menyampaikan harapan agar pelaksanaan Program Kelapa Kita dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan dalam mengembangkan potensi lokal yang ada di Kalurahan Garongan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Arif Reksa Pambudi, mahasiswa Fakultas Hukum UMY angkatan 2024. Materi yang disampaikan mengangkat potensi komoditas kelapa sebagai salah satu sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Masyarakat diajak untuk melihat bahwa kelapa tidak hanya memiliki nilai ketika dijual sebagai bahan baku, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui proses pengolahan dan diversifikasi produk, salah satunya menjadi minyak kelapa.

Pembahasan kemudian diarahkan pada pentingnya pembentukan kelompok usaha sebagai wadah bersama dalam mengembangkan potensi kelapa. Melalui kelompok usaha, masyarakat dapat memiliki pembagian peran yang lebih jelas, mulai dari pengelolaan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran. Selain itu, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) juga diperkenalkan sebagai salah satu upaya untuk menjaga konsistensi proses dan kualitas produk.

Tidak hanya membahas proses produksi, kegiatan juga memberikan gambaran mengenai pentingnya diversifikasi dan inovasi produk agar komoditas kelapa dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Masyarakat juga diajak memahami pentingnya strategi pemasaran, penguatan branding, serta pemanfaatan media digital dalam memperkenalkan produk kepada calon konsumen.

Dalam kegiatan tersebut turut dibahas konsep zero waste dalam pengelolaan hasil dan limbah kelapa. Pemanfaatan bagian-bagian kelapa yang selama ini belum dimaksimalkan dapat menjadi peluang untuk menghasilkan produk lain sekaligus mengurangi limbah. Selain itu, potensi pengembangan wisata edukasi berbasis potensi lokal juga menjadi salah satu gagasan yang diperkenalkan sebagai alternatif pengembangan ekonomi masyarakat di Kalurahan Garongan.

Sesi diskusi menjadi bagian yang cukup penting dalam kegiatan. Kelompok sasaran dari PKK dan KWT diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, kondisi, serta berbagai tantangan yang selama ini dihadapi dalam pemanfaatan dan pemasaran hasil olahan kelapa. Diskusi tersebut menjadi ruang untuk mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bahan bagi tim YSI HIMASEPTA dalam menentukan bentuk pendampingan pada tahapan program selanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, tim YSI HIMASEPTA memperkenalkan Program COCONUTRISE sebagai rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengembangan potensi kelapa di Kalurahan Garongan. Program ini diarahkan untuk mendorong pengolahan potensi lokal, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan kelompok usaha yang dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan, dilakukan pembentukan struktur organisasi Komunitas Wanakarya serta pembagian tugas pengurus. Pembentukan ini menjadi langkah awal dalam membangun wadah bersama bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan berbasis potensi kelapa dan menjadi bagian penting dalam keberlanjutan Program COCONUTRISE.

Melalui Program Kelapa Kita, masyarakat Garongan tidak hanya mendapatkan informasi mengenai potensi pengolahan kelapa, tetapi juga mulai diajak untuk bersama-sama memikirkan bagaimana potensi tersebut dapat dikelola melalui kelembagaan, inovasi produk, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan kondisi masyarakat.