Protes Jalan Rusak, Warga Blora Tanami Pohon Pisang di Jalan
·waktu baca 4 menit

Warga Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menanami pohon pisang di jalan provinsi ruas Randublatung-Cepu. Aksi ini merupakan bentuk protes atas pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terkait jalan rusak.
Sebelumnya dalam acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kabupaten Kudus pada Selasa, 26 Mei 2026 lalu, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyampaikan keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan provinsi di Blora, salah satunya jalan Randublatung-Cepu.
Sri mengatakan, jalan itu butuh perbaikan karena kondisinya sudah rusak parah. Kondisi itu juga mendapat perhatian dari masyarakat.
"Yang viral satu bapak jalan Cepu Randungblatung. Lagi viral. Hancur," lapor Sri kepada gubernur dalam acara tersebut.
Luthfi lalu menjawab pemerintah kabupaten harus bisa memprioritaskan perbaikan jalan yang memberikan efek langsung kepada masyarakat.
"Jadi gini viral itu harus dimitigasi, satu dilakukan pengecekan dua disesuaikan dengan kemampuan," jawab Luthfi.
Luthfi kemudian menceritakan sikap Bupati Sragen dalam menghadapi masalah yang sama atau saat ada jalan rusak yang kemudian menjadi viral.
"Dulu pernah ada salah satu bupati di wilayah Sragen luraeh (lurahnya) itu gopak (berkubang lumpur) di jalan yang bolong, tak tanya eh itu kenapa viral lurahmu di jalan berlubang. Dijawab (bupati) ndan kalau saya bangun jalan itu tidak ada manfaatnya dan biayanya besar sekali. Saya lebih mengutamakan jalan yang sini karena yang sini menguntungkan bagi masyarakat bagi ekonomi," kata Luthfi menirukan percakapannya dengan Bupati Sragen.
Luthfi meminta agar Wakil Bupati Blora Sri Setyorini bersama dengan jajaran pemkab untuk memitigasi jalan-jalan rusak ada di mana saja dan menentukan prioritas untuk dilakukan perbaikan. Menurutnya, masyarakat itu tidak mau tahu itu jalan provinsi atau bukan, yang mereka tahu jalan yang dilewati harus mulus.
"Prinsip jalan itu kudu mulus, nah itu kita rangkul kita reduksi mereka kita kasih pengertian mereka," ucap Luthfi ke Sri.
Soal kondisi jalan rusak yang viral, menurutnya, berbagai keluhan yang viral di media sosial harus menjadi bahan evaluasi agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurut Luthfi, kepala daerah jangan 'sensitif' terhadap kabar viral. Justru kabar viral itu bisa menjadi evaluasi bagi kepala daerah.
"Kalau kita sebagai pejabat publik viral biasa le (kalau) enggak viral njenengan jangan jadi pejabat publik," imbuh Luthfi.
Salah satu warga Randublatung, Lubiz, mengatakan ucapan Lutfi yang viral menyamakan jalan di Blora dan Sragen dengan 'yang penting dan tidak penting' itu menyinggung dirinya sebagai warga Blora.
"Menurut saya itu sangat menyakitkan hati masyarakat lah. Padahal dari dari dulu yang diharapkan dari masyarakat jalannya itu segera dibangun, diperbaiki," ujar Lubiz saat dihubungi kumparan, Senin (1/6).
Ia menjelaskan, jalan itu merupakan jalan tercepat dari Randublatung menuju Jawa Timur. Jalan itu amat vital bagi warga Kabupaten Blora.
"Itu jalan sangat penting karena arahnya ke Jawa Timur. Ada dua jalan ke Jawa Timur ada yang lewat Bojonegoro dan jalan ini. Tapi paling cepat lewat jalan ini. Jalannya selalu ramai, banyak truk yang mengangkut logistik pada lewat," jelas dia.
Ia juga menyebut, kondisi jalan yang rusak ini juga sering mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Sebagai bentuk protes warga lalu menanami jalan itu dengan pohon pisang pada Minggu 31 Mei 2026.
"Sering kecelakaan makan korban jiwa. Makanya kemarin kami tanami jalanan pakai tanah sama pohon pisang," tegas dia.
Selain berharap jalan Randublatung-Cepu segara diperbaiki, ia juga berharap Gubernur Jawa Tengah bisa bersikap lebih bijak lagi dalam menyikapi keluhan masyarakat.
"Dengan slogannya ngopeni ngelakoni, seharusnya cara gubernur menyikapi suatu keluhan dari masyarakat dengan bahasa lebih santun lagi. Dan ketika ada masukan dari masyarakat langsung turun ke jalan," kata Lubiz.
Narasi Potongan Video Viral
Potongan pernyataan Luthfi ramai di media sosial. Pernyataan Luthfi saat bercerita mengenai peristiwa di Sragen soal pilih-pilih lokasi perbaikan jalan rusak diduga dipotong. Hal tersebut kemudian diduga memicu kesalahpahaman.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp 5,276 miliar untuk menangani perbaikan ruas jalan yang rusak berat di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.
"Sesuai arahan Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi," ujar Henggar dalam keterangannya.
Selain itu, tiga ruas jalan yakni ruas Singget-Doplang-Cepu di Kabupaten Blora juga akan dilalukan perbaikan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Anggarannya mencapai Rp46,6 miliar.
"Dan ini telah kita usulkan ke Inpres Jalan Daerah. Jadi masuk ke IJD, mudah-mudahan semuanya dapat terlaksana dengan baik," jelas Henggar.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meminta seluruh jajarannya merespons cepat setiap keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur di wilayahnya.
Menurutnya, berbagai keluhan yang viral di media sosial harus menjadi bahan evaluasi agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Luthfi juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dalam perbaikan jalan. Ia juga meminta agar penanganan tidak dilakukan secara asal-asalan.
"Jangan asal-asalan. Harus dikerjakan secara profesional," tegas Luthfi.
Ia juga meminta ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat mendapat prioritas penanganan.
"Balai dan dinas harus memperhatikan ini. Begitu ada jalan berlubang dan sudah rusak berat, maka harus menjadi skala prioritas penanganannya," ungkap Luthfi.
