PSI Bicara Peluang Jokowi Jadi Ketum Usai Pamer KTA: Tunggu November

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden RI Ke-7, Joko Widodo, saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan Convention, Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Foto: Abisatya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden RI Ke-7, Joko Widodo, saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan Convention, Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Ketua DPP PSI Bestari Barus bicara soal peluang Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi Ketua Umum PSI menggantikan putranya, Kaesang Pangarep.

Hal itu disampaikan Bestari setelah Jokowi secara terbuka memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI. Jokowi telah menyatakan dirinya sebagai kader PSI.

Bestari mengatakan, setiap pergantian atau penentuan posisi dalam struktur partai memiliki mekanisme yang harus dilalui. Karena itu, ia meminta publik menunggu keputusan PSI terkait posisi Jokowi.

“Di semua organisasi dan juga di PSI, setiap siapa mau jadi apa itu kan, tentu ada mekanisme partai yang akan berjalan, gitu. Namun, sementara ini Pak Jokowi sudah menyampaikan bahwa beliau sudah bergabung di PSI bahkan sejak tahun 2025,” kata Bestari saat dihubungi kumparan, Senin (28/9).

“Nanti sabar menunggu di bulan November di HUT PSI tentu Ketua Umum Kaesang akan menyampaikan apa posisi Pak Jokowi,” lanjutnya.

Bestari juga merespons anggapan Jokowi berpeluang menjadi Ketua Umum PSI karena dinilai dapat meningkatkan elektabilitas partai. Menurutnya, masukan dari berbagai pihak tetap akan menjadi pertimbangan bagi PSI, tetapi keputusan mengenai posisi ketua umum tetap mengikuti mekanisme.

“Ya, itu semua hal masukan dari para pihak tentu menjadi pertimbangan bagi PSI ke depan. Namun, kembali lagi ada mekanisme untuk itu,” ujarnya.

Bestari mengatakan, hal itu nantinya akan disampaikan pada Rapim dan HUT PSI di bulan November mendatang.

“Ya kembali lagi kepada mekanisme dalam rapim. Nanti kan di bulan November itu kan ada Rapim. Rapim itu tentu melibatkan kawan-kawan dari wilayah, dari provinsi-provinsi. akan menyampaikan pemandangan umum terkait situasi wilayah dan hal-hal lain. Nanti kita lihat apa itu,” tutur Bestari.

“Namun, perlu diketahui bahwa rapim itu kan satu forum pengambilan keputusan setingkat di bawah kongres atau munas. Nanti lihat saja apa yang akan terjadi perkembangan di sana, gitu. yang jelas, hari ini ketua umum kami masih Mas Kaesang. kalau November nanti kan Rapim, sekalian HUT,” sambungnya.

Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus usai bertemu Jokowi di Solo, Senin (13/4/2026). Foto: Dok. kumparan

Bestari juga memastikan PSI masih menunggu pelaksanaan Rapimnas yang dijadwalkan berlangsung pada November bersamaan dengan peringatan HUT PSI.

Terkait lokasi pelaksanaan HUT PSI, Bestari mengatakan agenda tersebut untuk sementara direncanakan berlangsung di Surabaya.

“Rencana sementara seperti itu,” kata Bestari.

“Dan di sana nanti insya Allah ada hal-hal yang baik yang bisa didengar oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi secara terbuka menegaskan statusnya sebagai kader PSI sejak 14 Oktober 2025. Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026), sambil memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) miliknya.

“Nama: Joko Widodo. Nomor Keanggotaan: S337220257777777. Saya enggak tahu kenapa nomor tujuhnya kok banyak sekali,” seloroh Jokowi.

Ia pun meminta tak ada lagi pihak yang berspekulasi. Ia menegaskan bahwa dirinya sudah menjadi bagian dari keluarga PSI.

“Jadi sudah jelas semuanya, ya? Jangan sampai ada yang meragukan bahwa saya ini sudah menjadi keluarga besar PSI,” tegasnya.