Puluhan Orang Delegasi Pilih Walkout saat Netanyahu Pidato di PBB

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berpidato di Sidang Umum PBB ke-81, Kamis (24/9). Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berpidato di Sidang Umum PBB ke-81, Kamis (24/9). Foto: AFP

Pidato Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Sidang Majelis Umum PBB pada Kamis (24/9) dipakai membela kebijakan kontroversial negaranya di kawasan Timur Tengah. Ketika memulai pidato puluhan delegasi memilih walkout.

Aksi keluar ruangan juga dilakukan oleh delegasi Indonesia. Tindakan walkout merupakan protes atas rangkaian serangan keji Israel terhadap Gaza. Kebijakan Netanyahu terhadap Gaza menuai kritik luas dari dunia internasional.

Akibat banyaknya delegasi memilih keluar ruangan, pidato Netanyahu pun hanya disaksikan segelintir perwakilan negara-negara.

instagram embed

Adapun saat memulai pidato Netanyahu mencemooh delegasi yang memilih keluar ruangan. Dia mencap mereka sebagai pengecut moral.

Kemudian ketika pidato mulai disampaikan Netanyahu langsung mengarahkan serangan ke Wali Kota New York, Zohran Mamdani. Dalam suatu kesempatan Mamdani menyebut Netanyahu penjahat perang dan mengancam bakal menangkap pemimpin Israel itu jika berada di New York.

Tak hanya Mamdani, serangan verbal itu turut diarahkan ke Qatar dan Turki. Ia menuding dua negara tersebut menyebar luaskan kebohongan terhadap Israel.

"Kamu mencoba menghentikan saya datang ke sini. Kau mencobanya. Kau mencoba menghentikan saya. Jadi, kamu tak bisa membuat saya tutup mulut. Kalian tak akan bisa membungkan kebenaran," kata Netanyahu merujuk pada tindakan Mamdani, seperti dikutip dari Reuters.

"Ini kebenaran sederhana, Israel tidak melakukan genosida, Israel mencegah genosida," sambung dia.

Netanyahu lalu menuduh Mamdani mendukung Hamas. Tuduhan itu berulang kali dibantah oleh Mamdani.

"Bagi mereka yang menyebarkan kebohongan terkait negara saya dan terkait pasukan pemberani kami, apakah dia berada di aula ini atau berada di kantor Wali Kota New York yang antisemit, ini yang akan saya katakan: kalian sungguh memalukan!" ujar Netanyahu.