Ramai Pasien Beli Bahan Tambal Gigi Sendiri via Online, Berujung Bengkak Infeksi

Ramai di medsos seorang dokter gigi, Sakila, mengungkap kasus pasien yang mengalami infeksi setelah menggunakan bahan tambal gigi yang dibeli secara online dan dipasang sendiri di rumah. Kisah tersebut menjadi sorotan setelah ramai dibicarakan di media sosial, Threads.
Sakila mengatakan, pasien awalnya datang kepadanya dengan keluhan gigi belakang bagian bawah kanan membengkak cukup besar dan disertai rasa sakit.
Sebelumnya, pasien diketahui telah menjalani perawatan di puskesmas. Namun, karena terkendala jadwal, pasien tidak dapat kembali untuk melanjutkan perawatannya.
Pasien kemudian memutuskan membeli bahan tambal gigi secara online. Bahan tersebut diduga dibeli melalui aplikasi medsos yang ada fitur jual-beli onlinenya. Dengan informasi dan pengetahuan yang terbatas, pasien mencoba memasang bahan tersebut sendiri di rumah.
"Setelah beberapa bulan pasca pemakaian tambalan tersebut, pasien merasa giginya sakit dan muncul bengkak di hari selanjutnya," kata Sakila saat dihubungi kumparan, Senin (31/8).
Lebih lanjut, Sakila mengatakan pasien itu sempat mencoba membuka sendiri bahan tambalan tersebut. Namun, upaya itu tidak berhasil karena bahan yang digunakan sulit dilepaskan.
Kata Sakila, pasien kemudian mendatangi beberapa dokter gigi. Namun, pasien tersebut mengaku sempat dua kali ditolak untuk mendapatkan penanganan lantaran keterbatasan alat dan bahan yang diperlukan untuk mengangkat tambalan tersebut.
Setelah itu, pasien akhirnya bertemu dengan Sakila. Dari hasil pemeriksaan, Sakila menemukan bahan tambalan tersebut memiliki tekstur padat dan lengket. Bahan itu juga disebut hanya dapat melunak apabila bersentuhan dengan instrumen yang panas.
Sebelum melakukan tindakan, Sakila terlebih dahulu melakukan pemeriksaan rontgen periapikal untuk melihat kondisi jaringan di bawah tambalan yang tidak terlihat secara klinis.
"Setelah itu saya potong bahan tambal tersebut dengan gutta cutter. Setelah bahan tersebut terangkat, baru terlihat sisa jaringan gigi yang sudah membusuk dan membuat pasien mengalami infeksi," jelas Sakila.
Menurut Sakila, bahan yang digunakan pasien awalnya berwarna bening dan dapat meleleh ketika dipanaskan. Namun, setelah digunakan selama berbulan-bulan untuk mengunyah makanan, bahan itu tampak berubah menjadi kekuningan.
