Ramai-ramai Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di NTT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 15 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota TNI AD menata logistik ke dalam Kapal ADRI di Satuan Angkutan Air (Sat Angair) Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (19/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anggota TNI AD menata logistik ke dalam Kapal ADRI di Satuan Angkutan Air (Sat Angair) Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (19/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pemerintah tengah menggencarkan pengiriman bantuan ke daerah terdampak gempa 7,7 magnitudo yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu. Berton-ton logistik hingga sembako diterbangkan dari ibu kota untuk membantu pemulihan bencana yang menewaskan 70 orang tersebut.

Seskab: 65 Ton Logistik Tambahan Dikirimkan, Total Sudah 253 Ton

Pemerintah kembali mengirim bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 65 ton logistik diberangkatkan dengan lima pesawat hari ini Rabu (19/8) pukul 04.00 WIB.

Sejak hari pertama penanganan bencana, total 253 ton logistik telah tiba di NTT untuk membantu masyarakat yang terdampak.

"Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026 jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT, hari ini total membawa 65 ton logistik," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

"Jadi sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik," ujarnya.

Bantuan tersebut di antaranya makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan perlengkapan lainnya.

"Kemudian yang kedua, di sana poskonya ada dua. Pertama di Labuan Bajo, kemudian yang kedua di Maumere. Di Labuan Bajo itu logistik yang di sana akan didorong ke kabupaten lainnya, di Manggarai, Manggarai Barat, Timur, kemudian di Ngada," katanya.

Seskab Teddy Indra Wijaya bersama Mensos Gus Ipul berangkatkan 5 pesawat TNI AU membawa 65 ton logistik dari Lanud Halim Perdanakusuma untuk korban gempa NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Kemensos RI

Kemudian di posko Maumere, bantuan akan disebar ke Sikka, Ende, dan Nagekeo.

"Nah, semua logistik tadi itu menggunakan jalur udara lewat helikopter, kemudian pesawat Cassa, pesawat yang lebih kecil," ujarnya.

Selain udara, logistik juga disalurkan melalui jalur laut.

"Ada tiga KRI TNI AL yang sudah di sana, kemudian satu kapal rumah sakit berlabuh di sana. Kemudian juga melalui jalur darat, laporan dari Menteri PU seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua," katanya.

Teddy mengatakan pemerintah terus memantau penanganan bencana di NTT. Diharapkan pelaksanaan penanganan dapat berjalan cepat dan seluruh logistik dapat diterima masyarakat sesegera mungkin.

"Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak," pungkasnya.

Kemensos Salurkan Bantuan Rp 14,65 Miliar

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menyampaikan update penyaluran bansos PKH dan sembako Triwulan ke-III pada konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Dok. Kemensos

Kementerian Sosial mengerahkan bantuan senilai Rp 14.652.938.379 untuk mendukung penanganan darurat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, memperkuat layanan di pengungsian, mengoperasikan dapur umum, menyediakan buffer stock logistik, serta memberikan santunan bagi korban meninggal dunia dan luka berat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, penanganan gempa dilakukan bersama kementerian/lembaga, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan unsur penanggulangan bencana lainnya sebagai tindak lanjut arahan Presiden.

“Bersama dengan sejumlah menteri, di bawah koordinasi Menko PMK menindaklanjuti arahan Bapak Presiden,” ujar Gus Ipul di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Selasa (18/8).

Gus Ipul mengatakan, berdasarkan data sementara, gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 berdampak pada tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota. Di NTT, wilayah terdampak meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.

Hingga 18 Agustus 2026, tercatat 70 orang meninggal dunia, 665 orang luka-luka, 31.220 orang mengungsi, dan 16.411 keluarga terdampak. Sementara dari sisi kerusakan material, terdapat 12.153 rumah terdampak, terdiri atas 6.578 rumah rusak berat, 1.660 rusak sedang, dan 3.915 rusak ringan.

Selain rumah, gempa juga berdampak pada 264 fasilitas pendidikan, 83 fasilitas kesehatan yang terdiri atas sembilan rumah sakit dan 74 Puskesmas, 116 fasilitas umum, 157 rumah ibadah, 171 unit kantor, tujuh fasilitas irigasi, satu pasar, satu gudang Bulog, 34 fasilitas lainnya, serta lima jembatan. “Kerugian material sekarang masih dalam proses pendataan, tentu jumlahnya akan bertambah,” katanya.

Gus Ipul menjelaskan, total dukungan Kemensos mencapai Rp14,65 miliar. Rinciannya meliputi beras reguler 48 ton senilai Rp672 juta, 7.500 paket sembako senilai Rp2,25 miliar, perlengkapan pengungsian dan dapur umum di tujuh titik senilai Rp5,167 miliar, serta buffer stock logistik senilai Rp4,518 miliar.

Kemensos juga menyiapkan santunan ahli waris bagi 70 korban meninggal dunia, masing-masing sebesar Rp15 juta dengan total Rp1,05 miliar. Sementara 199 korban luka berat mendapatkan santunan masing-masing Rp5 juta dengan total Rp995 juta.

“Per hari ini sudah ada Rp14 miliar lebih dukungan yang diberikan dari Kementerian Sosial. Ini yang dari Kementerian Sosial. Karena ini adalah uang rakyat, maka itu kami sampaikan rinciannya,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, dukungan kepada korban tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Setelah kebutuhan penyelamatan, evakuasi, dan logistik terpenuhi, Kemensos akan melanjutkan dukungan melalui program pemulihan dan pemberdayaan. “Selanjutnya nanti tentu ada pemberdayaan, ada program-program pemulihan,” katanya.

Gus Ipul menambahkan bahwa tim Layanan Dukungan Psikososial sudah ditugaskan untuk memberikan penanganan kepada korban bencana guna memulihkan kondisi mental dan sosial psikologis,mengurangi rasa trauma atau stres akibat bencana, serta membantu individu dan keluarga agar dapat kembali berfungsi secara normal dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang baru kembali dari Flores setelah dua hari berada di lapangan mengatakan, kebutuhan masyarakat saat ini terutama berkaitan dengan permakanan dan perlengkapan pengungsian.

Agus Jabo sebelumnya ditugaskan mewakili Mensos bersama sejumlah kementerian/lembaga di bawah koordinasi Menko PMK untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan.

Wamensos Agus Jabo menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026). Foto: Kemensos RI

“Saya mendapatkan tugas di Kabupaten Manggarai, kemudian saya datang ke Ruteng, kemudian dilanjutkan ke satu kecamatan yang terdampak sangat berat, yaitu Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan lapangan, kebutuhan mendesak meliputi pangan, tenda, pakaian, selimut, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak.

“Yang dibutuhkan di sana sekarang ini adalah kebutuhan-kebutuhan tanggap darurat, terutama permakanan, kemudian perlengkapan pengungsian, ada tenda, kemudian pakaian, selimut, termasuk bagian ibu-ibu, bagian anak-anak,” katanya.

Selain kebutuhan dasar, Agus Jabo mengatakan pemulihan akses infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam penanganan. Sejumlah ruas jalan terdampak longsor dan tertutup material batu sehingga perlu segera dibuka kembali.

“Termasuk kemudian memastikan bahwa jalur, jalan-jalan yang ada di titik-titik bencana itu dipastikan kemudian berfungsi kembali karena tanah longsor, banyak batu. Itu juga segera di-follow up oleh Kementerian PU, termasuk kemudian jaringan listrik, jaringan sinyal,” katanya.

Agus Jabo menjelaskan, penanganan pengungsi saat ini mencakup tiga kondisi. Pertama, masyarakat yang terkonsentrasi di shelter; kedua, pengungsi mandiri; dan ketiga, masyarakat yang berada di wilayah terisolir yang masih terus diidentifikasi.

“Karena ada tiga titik, ada tiga pengungsi. Yang pertama adalah pengungsi yang terkonsentrasi di shelter-shelter, kemudian pengungsi mandiri, yang ketiga ini yang masih terus diidentifikasi korban-korban di daerah-daerah yang terisolir,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Pulau Palue di Kabupaten Sikka yang mengalami dampak cukup parah. Bersama BNPB, Kemensos mengirimkan bantuan kebutuhan mendesak ke wilayah tersebut menggunakan helikopter maupun kapal ferry.

“Di sana ternyata dampaknya sangat parah. Pulau Palue itu di Kabupaten Sikka. Kemensos bekerja sama dengan BNPB menyediakan barang-barang kebutuhan mendesak, yang kemudian diangkut menggunakan heli maupun menggunakan kapal ferry,” katanya.

Untuk mempercepat penanganan, mobilisasi personel juga dilakukan dari berbagai unsur, termasuk TNI-Polri, Basarnas, Tagana, dan tim lainnya.

“Sekarang ini yang dibutuhkan adalah kebutuhan-kebutuhan mendesak, kebutuhan-kebutuhan darurat, mulai dari pangan, kebutuhan-kebutuhan pengungsian, termasuk pemulihan infrastruktur yang ada di titik-titik bencana,” ujar Agus.

Kemensos telah mengoperasikan dapur umum di tiga kabupaten. Di Nagekeo, dapur umum menyediakan sekitar 2.000 bungkus makanan per hari; di Sikka 4.500 bungkus per hari; dan di Manggarai 3.000 bungkus per hari.

Sementara dapur umum di Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, dan Ngada masih dalam proses asesmen untuk menentukan kebutuhan layanan selanjutnya.

Selain dapur umum yang dikelola Kemensos, terdapat pula dapur mandiri yang dibentuk masyarakat. Kemensos memberikan dukungan bahan makanan sesuai kebutuhan untuk kemudian diolah oleh masyarakat.

“Kalau dapur umum itu SDM-nya dan lain-lainnya diselenggarakan oleh Kementerian Sosial. Tapi kalau dapur mandiri biasanya kita memberikan bantuan-bantuan bahan makanan yang dibutuhkan. Jadi nanti akan diolah oleh dapur-dapur mandiri,” jelas Agus.

Untuk bantuan sembako, Kemensos telah mengalokasikan 7.500 paket ke sejumlah wilayah, yakni 1.000 paket untuk Nagekeo, 2.000 paket untuk Sikka, 500 paket untuk Manggarai Timur, 2.000 paket untuk Ende, dan 2.000 paket untuk Ngada.

Sementara bufferstock yang disiapkan di NTT meliputi 6.000 paket makanan siap saji, 1.624 paket makanan anak, 1.700 lembar tenda gulung, 39 unit tenda keluarga, 22 unit tenda serbaguna, 600 paket family kit, 840 paket kids ware, 600 lembar kasur, 1.200 lembar selimut, 150 paket sandang dewasa, 600 paket sandang anak, 800 paket shower kit, dua unit dapur umum lapangan, dan 10 unit lampu emergensi.

Agus Jabo menegaskan, seluruh dukungan tersebut terus dikoordinasikan bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, dan BNPB agar bantuan dapat menjangkau seluruh keluarga terdampak. “Kami terus berkoordinasi, berkolaborasi, memastikan bahwa seluruh dukungan bisa sampai kepada mereka atau keluarga yang terdampak,” katanya.

Gus Ipul juga memastikan Sekolah Rakyat di NTT tidak terdampak gempa. Sekolah Rakyat yang telah berjalan berada di Kota Kupang, sedangkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di kabupaten lainnya masih dalam proses persiapan.

Menanggapi upaya pencegahan terhadap pihak-pihak yang berpotensi memanfaatkan kondisi bencana, Gus Ipul menegaskan bahwa prioritas awal pemerintah adalah penyelamatan masyarakat. “Setiap prosedur bencana yang penting adalah evakuasi dulu, penyelamatan dulu. Yang pertama itu dulu,” tegasnya.

Donasi Warga untuk NTT Capai Rp 2,16 Miliar

Danantara Indonesia bersama keluarga besar BUMN galang donasi publik Rp2,16 miliar via QR Code dalam Kesenian Rakyat HUT ke-81 RI serta gerakkan pemulihan layanan dasar untuk korban gempa NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Danantara Indonesia

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui kegiatan Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan, antusiasme masyarakat turut diwujudkan dengan pemberian donasi melalui ǪR Code di tiga titik panggung kesenian. Dalam waktu singkat, terhimpun donasi sebesar Rp2.164.037.334.

Keluarga besar BUMN dan Danantara Indonesia bersama Pemerintah memfasilitasi partisipasi masyarakat untuk hadir dan bergotong royong membantu sesama.

“Momentum Kemerdekaan tahun ini sekaligus menjadi pengingat tentang kekuatan gotong royong. Partisipasi masyarakat dalam Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan dapat diterjemahkan menjadi dukungan nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ujar Rohan Hafas, Managing Director Stakeholder Management, Danantara Indonesia.

Polisi Distribusi

Polres Manggarai fokus mengawal distribusi bantuan bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tak hanya disalurkan ke posko pengungsian yang terdata, tetapi juga menyasar posko mandiri yang didirikan warga di sekitar rumah mereka.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah mengatakan, saat ini terdapat sekitar 45 titik pengungsian dengan total 13.935 jiwa. Polisi bersama BPBD dan TNI masih memutakhirkan data agar bantuan dapat menjangkau seluruh warga terdampak.

“Saat ini kami telah fokus kepada pembagian bantuan dan pengawalan pembagian bantuan kepada masyarakat mengingat banyak juga posko-posko mandiri yang ada di sekitar wilayah Manggarai, di mana masyarakat mendirikan posko ataupun tenda-tenda di depan rumah. Sehingga secara pendataan masih kami matangkan, berkoordinasi dengan rekan-rekan dari BPBD dan TNI, sehingga seluruh bantuan tersebut bisa sampai kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Manggarai,” kata Levi saat ditemui di Polres Manggarai, Rabu (19/8).

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah saat ditemui di Polres Manggarai, Rabu (19/8/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Menurutnya, pendataan terhadap posko mandiri menjadi penting karena sebagian warga memilih mendirikan tenda di sekitar rumah masing-masing. Kondisi tersebut membuat distribusi bantuan tidak hanya terpusat di titik pengungsian resmi.

“Sambil menunggu bantuan dari pemerintah didistribusikan, baik itu sembako, peralatan seperti karpet atau tenda dan lain-lain, kami saat ini masih melakukan pemutakhiran data dengan mencocokkan data dari Babin dan BPBD sehingga masyarakat semuanya dapat merasakan kehadiran pemerintah di wilayah Manggarai,” ujarnya.

Karang Taruna Nasional Ikut Salurkan Bantuan

Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) ikut bergerak memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan hasil koordinasi dan asesmen awal, PNKT menetapkan tiga kabupaten sebagai wilayah prioritas dukungan, yakni Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ende.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, PNKT menyiapkan enam unit tenda multifungsi berukuran 6 x 12 meter, masing-masing dua unit untuk setiap kabupaten. Tenda tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat selama masa penanganan darurat.

Penyaluran bantuan telah dimulai sejak Senin, 17 Agustus 2026. Dua unit tenda diberangkatkan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.

Sementara dukungan tenda untuk Kabupaten Ende dan Nagekeo disiapkan melalui jalur Bandara Ende sebagai bagian dari tahapan distribusi bantuan PNKT ke wilayah terdampak.

Ketua Umum Karang Taruna Nasional Budisatrio Djiwandono salurkan bantuan 6 unit tenda multifungsi dan dana operasional Rp100 juta untuk korban gempa di Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ende, NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. PKNT

Selain bantuan sarana kedaruratan, PNKT juga menyiapkan dukungan dana operasional awal sebesar Rp100 juta untuk tiga kabupaten tersebut. Penggunaannya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan prioritas masyarakat berdasarkan hasil koordinasi dan perkembangan situasi di lapangan.

Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono menegaskan bahwa Karang Taruna harus ada ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, termasuk dalam penanganan bencana.

“Karang Taruna memiliki jaringan hingga ke daerah dan tumbuh langsung di tengah masyarakat. Ketika terjadi bencana, semangat kesetiakawanan sosial dan gotong royong harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kita ingin memastikan saudara-saudara kita di NTT merasakan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian,” kata Budi.

PNKT memastikan dukungan terhadap penanganan gempa di Flores tidak berhenti pada bantuan tahap awal. Satuan Tugas Tanggap Bencana PNKT akan terus melakukan koordinasi, pemantauan, dan asesmen kebutuhan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Di tengah suasana kemerdekaan, semangat yang ingin kita hidupkan adalah saling menjaga dan saling menguatkan. Karang Taruna harus selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika saudara-saudara kita sedang menghadapi bencana,” ujar Budi.

Polri Kirim Beras-Paket Sembako

Polri menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak gempa bumi di daratan Pulau Flores. Bantuan tersebut dikirim menggunakan dua kapal Polairud dari Labuan Bajo, Manggarai Barat, menuju Dermaga Reo, Manggarai.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan, bantuan dipusatkan di Dermaga Pelni Marina Labuan Bajo sebelum dikirim melalui jalur laut. Dermaga Reo dipilih karena dinilai menjadi akses masuk yang paling aman setelah gempa bumi mengguncang NTT pada Sabtu (15/8).

“Pendistribusian Logistik Bantuan Polri Peduli Bencana, dari Kapolri, untuk korban bencana alam gempa bumi di daratan Pulau Flores, dari dermaga Pelni Marina Labuan Bajo dengan dermaga tujuan Dermaga Reo, Kab. Ruteng, dikarenakan posisi dan situasi Dermaga Reo, Kab. Manggarai, dianggap paling aman sebagai akses masuk pasca bencana alam gempa bumi,” kata Christian dalam keterangannya, Rabu (19/8).

Pengiriman bantuan Polri kepada warga terdampak bencana di NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. Polri

Bantuan tersebut nantinya menyasar korban terdampak gempa mulai dari Kabupaten Manggarai hingga Kabupaten Sikka. Jumlah bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Total bantuan yang disiapkan terdiri dari 3.500 kantong beras Bulog dengan ukuran 5 liter, 291 dus dan 8 botol minyak goreng Bulog, serta 3.500 paket sembako.

Setiap paket sembako berisi 5 bungkus mi instan, 1 botol kecap, 1 kotak teh, 1 kilogram gula pasir, dan 1 kotak biskuit. Selain itu, terdapat 500 buah mainan untuk anak-anak.

Bantuan tersebut dibagi ke dalam dua kapal, yakni Kapal Polairud Mabes Polri KM BIMA-7014 dan Kapal Polairud Polda NTT KP Pulau Padar XXII-3018.

Sebelum dikirim, seluruh logistik dikemas di Gudang Bulog Labuan Bajo, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat. Selanjutnya bantuan dipindahkan menggunakan dua unit dump truck dan satu kendaraan Dalmas roda enam menuju Dermaga Pelni Marina Labuan Bajo.

Di dermaga, bantuan dipindahkan oleh personel gabungan Polairud Mabes Polri dan Polairud Polda NTT ke dalam dua kapal tersebut.

Selain bantuan dari Kapolri, Christian juga mengirimkan bantuan berupa peralatan dapur untuk mendukung kebutuhan warga terdampak gempa.

Bantuan tambahan itu berupa 10 lusin sendok makan, 10 panci, 10 wajan atau kuali, serta 10 centong sayur atau ikan.

Christian mengatakan jumlah bantuan masih memungkinkan bertambah. Pendataan akan dilakukan secara sistematis berdasarkan bantuan yang benar-benar masuk.

“Tidak menutup kemungkinan logistik bantuan Polri untuk Korban bencana alam gempa bumi di daratan Pulau Flores Masi bertambah, dan akan dilakukan pendataan secara sistematis sesuai dengan jumlah bantuan reel yang masuk,” ujarnya.

Pendistribusian bantuan melalui jalur laut tersebut dilakukan untuk mempercepat penyaluran logistik ke wilayah terdampak, dengan Reo menjadi titik masuk sebelum bantuan diteruskan ke daerah-daerah yang membutuhkan di daratan Flores.

TNI AD Bawa 70 Ton Logistik-2 Ambulans

Kapal Rumah Sakit TNI AD atau Kapal ADRI-XCII BM yang digunakan untuk mengirimkan bantuan ke korban bencana gempa bumi NTT, di Satuan Angkutan Air (Sat Angair) Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (19/8). Foto: Nauval Pratama/kumparan

TNI Angkatan Darat (AD) mengirim Kapal ADRI-XCII BM untuk membantu penanganan korban gempa bumi 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).

Kapal tersebut membawa logistik, kendaraan operasional, fasilitas kesehatan, hingga personel medis untuk mendukung kebutuhan warga terdampak bencana.

Pantauan kumparan di lokasi, Kapal ADRI 92 mulai bergerak dari Satuan Angkutan Air Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 18.17 WIB. Kapal direncanakan tiba di wilayah NTT sekitar tiga hari setelah keberangkatan.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan pengiriman bantuan dilakukan setelah pihaknya terus memantau perkembangan kondisi korban bencana dari waktu ke waktu.

“Jadi kami dari Angkatan Darat sebetulnya dari jam ke jam terus memantau perkembangan di sana,” kata Maruli saat melepas keberangkatan kapal, Rabu (19/8).

Maruli mengatakan bantuan yang dikirim tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan awal korban. TNI AD juga menyiapkan kebutuhan untuk penanganan dalam beberapa bulan ke depan.

Ia menilai penanganan bencana membutuhkan waktu panjang sehingga bantuan tidak bisa hanya diberikan sekali.

“Dalam menghadapi bencana ini kita selalu harus punya napas panjang. Kalau cuma one hit kirim selesai, penderitaan saudara-saudara kita akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya.

Kapal tersebut membawa sekitar 70 ton bahan makanan, perlengkapan, dan bahan bakar minyak (BBM). Di antaranya 32,5 ton beras, 500 kilogram gula, 4.000 botol minyak goreng ukuran 1 liter, 1.140 dus mi instan, 1.997 dus susu bayi, serta 672 dus bubur bayi.

Selain itu, TNI AD mengirim 330 dus pembalut wanita, 710 dus pampers, 1.000 dus air minum kemasan, 5.000 paket ransum tempur, 28 karung pakaian layak pakai, serta 12.000 liter BBM yang terdiri dari pertalite, Pertamina Dex, dan biosolar.

Sementara untuk menunjang operasional di lapangan, kapal juga membawa 2 unit ambulans dan 5 unit truk berkapasitas 2,5 ton.

“Makanya salah satu yang kita kirim ini, ini truk. Kita kirim lima truk di sini supaya lebih mudah mobilitas,” kata Maruli.

Bantuan lainnya berupa 100 tandon air berkapasitas 1.100 liter, 13 set genset 2,5 KVA, 30 set tenda serbaguna, serta 900 set veldbed atau tempat tidur lapangan.