Ratusan Siswa Demo Kasus Dugaan Pencabulan, Guru SMAN 1 Pamanukan Jadi Tersangka

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratusan siswa-siswi SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru terhadap salah satu siswi. Foto: Dok. Polsek Pamanukan
zoom-in-whitePerbesar
Ratusan siswa-siswi SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru terhadap salah satu siswi. Foto: Dok. Polsek Pamanukan

Ratusan siswa-siswi SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, menggelar aksi unjuk rasa usai upacara bendera, Senin (7/9/2026). Aksi tersebut dipicu dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru terhadap salah satu siswi.

Dalam aksi yang berlangsung di lingkungan sekolah, para siswa berkumpul dan menyampaikan tuntutan agar pihak terkait memberikan klarifikasi. Guru yang menjadi sasaran tuntutan diketahui menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pamanukan.

Situasi sempat memanas ketika oknum guru itu disebut hendak meninggalkan lokasi menuju gerbang sekolah. Hal itu memicu kericuhan kecil dan aksi kejar-kejaran antara sejumlah siswa dengan guru tersebut.

Dalam aksi tersebut juga beredar selebaran berisi tangkapan layar percakapan yang diduga antara oknum guru dengan korban.

Oknum Guru Jadi Tersangka

Mengetahui situasi memanas, personel Polsek Pamanukan segera turun ke lokasi untuk mengamankan keadaan. Oknum guru yang diduga terlibat akhirnya diamankan dan dibawa ke Polsek Pamanukan untuk dimintai keterangan.

Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto melalui Kapolsek Pamanukan AKP Udin Awaludin membenarkan adanya aksi unjuk rasa tersebut.

"Iya benar, tadi setelah upacara bendera para pelajar SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa yang diduga dipicu adanya dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh salah seorang guru," ujar AKP Udin Awaludin, Senin (7/9/2026) siang.

"Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, oknum guru tersebut sudah kita amankan dan sudah kita mintai keterangan," katanya.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, oknum guru tersebut telah dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Subang.

"Karena ini dugaan kasusnya pencabulan, kita serahkan ke Unit PPA untuk penanganan lebih lanjut," ucapnya.

Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Subang Aiptu Nenden Nurfatimah mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku selama 2 hari dari kemarin sampai sore ini.

"Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, sore ini pelaku berinisial AT yang berprofesi sebagai guru dan juga merangkap Wakasek kesiswaan, telah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Nenden, Selasa (8/9/2026) sore.

Dinonaktifkan Sementara

Selain ditetapkan sebagai tersangka, pelaku pencabulan tersebut juga telah dinonaktifkan sebagai guru matematika dan dari jabatan Wakasek kesiswaan di SMAN 1 Pamanukan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto mengatakan, penonaktifan dilakukan sebagai langkah awal sambil menunggu proses pemeriksaan dan pemberian sanksi disiplin terhadap yang bersangkutan.

"Yang bersangkutan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah dan dinonaktifkan dari tugas mengajar. Jadi dia tidak boleh mengajar lagi," ujar Purwanto, Selasa (8/9/2026).

Ratusan siswa-siswi SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru terhadap salah satu siswi. Foto: Dok. Polsek Pamanukan

Duduk Perkara Kasus

Kasus ini berawal saat korban yang merupakan siswi di SMA tersebut sedang tertidur di ruang guru. Korban mengaku tiba-tiba terbangun setelah bagian dadanya disentuh oleh oknum guru yang diduga melakukan tindakan tersebut.

Pengakuan tersebut kemudian menjadi perhatian di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa juga disebut melakukan aksi untuk meminta kejelasan serta pertanggungjawaban atas dugaan peristiwa yang dialami korban.

Selain pengakuan korban, beredar pula tangkapan layar percakapan antara seseorang yang disebut sebagai guru dengan korban. Dalam percakapan tersebut, pihak yang mengirim pesan berulang kali menyampaikan permintaan maaf kepada pelaku yang merupakan guru matematika tersebut.

Menanggapi aksi unjuk rasa ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan terkait dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru, Anggota Komisi V yang menangani Pendidikan, Zaini Shofari, mendesak adanya pendalaman kasus dan keterbukaan informasi dari pihak sekolah.

"Jika benar-benar terjadi kasus pencabulan di SMAN 1 Pamanukan, saya prihatin. Tentu harus ada pendalaman kasus yang dilakukan, diinvestigasi lebih jauh," ujar Zaini Shofari, , Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, selanjutnya pihak sekolah harus berani memberikan pernyataan secara terbuka agar tidak muncul asumsi-asumsi dan isu liar yang semakin berkembang.

"Tentu Dinas Pendidikan, bisa juga melalui KCD-nya, dan juga pihak sekolah di SMAN 1 Pamanukan harus bertindak lebih cepat sehingga masalah ini bisa dikanalisasi," lanjutnya.

Ia menegaskan yang terpenting adalah kegiatan belajar mengajar siswa di SMAN 1 Pamanukan tidak terganggu dan tidak terhambat.

"Penanganan administrasi lebih awal harus segera dilakukan karena mau tidak mau wilayah administrasinya terkait dengan Pemerintah Provinsi, turunannya ke Dinas, terus ke KCD, baru ke pihak sekolah," jelasnya.