Rayakan Hari Nasional, Dubes Mesir: Hubungan dengan RI Makin Erat di Era Prabowo

Duta Besar (Dubes) Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy mengatakan hubungan Mesir dan Indonesia semakin erat di era Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikannya saat perayaan Hari Nasional Republik Arab Mesir untuk memperingati 74 tahun Revolusi Mesir 1952 di Jakarta, Rabu (25/6) malam.
Menurut Elshemy, sejak menjabat sebagai presiden, Prabowo memberi perhatian besar pada penguatan hubungan Indonesia-Mesir yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Ia menyoroti tiga kunjungan Prabowo ke Kairo pada Desember 2024, April 2025, dan Oktober 2025 sebagai bukti komitmen tersebut.
"Sejak menjabat, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada penguatan kemitraan jangka panjang Indonesia dan Mesir," ujar Yasser dalam sambutannya.
"Tiga kunjungannya ke Kairo menunjukkan komitmen baru untuk memperdalam hubungan bilateral," lanjutnya.
Ia menjelaskan, hubungan kedua negara mencapai tonggak penting dengan ditandatanganinya Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis Indonesia-Mesir.
Kemitraan itu mencakup kerja sama di bidang politik, ekonomi, keamanan, pertahanan, budaya, pendidikan, hingga hubungan antarmasyarakat.
20 Ribu Mahasiswa RI di Al Azhar
Dubes Elshemy mengatakan hubungan Indonesia dan Mesir memiliki ikatan yang kuat di bidang pendidikan dan keagamaan melalui Al-Azhar.
"Saat ini lebih dari 20 ribu mahasiswa Indonesia belajar di Mesir, terutama di Al-Azhar," kata Elshemy.
"Hubungan ini semakin diperkuat dengan pembukaan Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia di Al-Azhar," tambahnya.
Menurut Elshemy, pembentukan departemen tersebut menjadi simbol eratnya hubungan budaya dan pendidikan antara kedua negara yang telah terjalin selama berabad-abad.
Mesir dan Indonesia Kompak Dukung Palestina
Dalam pidatonya, Elshemy juga menegaskan komitmen Mesir untuk terus mendukung rakyat Palestina dan mendorong terciptanya perdamaian yang adil di kawasan.
Ia menyebut Mesir dan Indonesia selama ini bekerja sama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui wilayah Mesir.
"Kami sangat menghargai dukungan Indonesia yang konsisten terhadap Palestina serta diplomasi kemanusiaannya yang aktif," ujarnya.
Menag: Hubungan RI-Mesir Masuki Babak Baru
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang hadir sebagai guest of honor mewakili pemerintah Indonesia mengatakan hubungan diplomatik kedua negara yang terjalin sejak 1947 kini memasuki fase baru.
Menurut dia, hubungan bilateral Indonesia dan Mesir terus berkembang dan diperkuat dengan pembentukan kemitraan strategis pada 2025.
"Kemitraan strategis yang dibentuk tahun lalu menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang," lanjutnya.
Selain kerja sama politik dan ekonomi, Nasaruddin menilai sektor pendidikan dan budaya tetap menjadi fondasi penting hubungan kedua negara. Ia menyoroti peran Al-Azhar yang selama ini menjadi tujuan utama pelajar Indonesia untuk mendalami ilmu keislaman.
Ia berharap kemitraan strategis yang telah dibangun dapat semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Mesir di tengah berbagai tantangan global.
