Remaja Putri di Semarang Dianiaya Teman, Tubuh Dibanting Sampai Hantam Paving

Seorang remaja putri di Kota Semarang Jawa Tengah memjadi korban penganiayaan oleh teman sebaya-nya. Peristiwa ini viral di media sosial.
Dalam video yang diterima kumparan, dua remaja putri itu awalnya sedang cekcok di pinggir jalan. Mereka kemudian terlibat adu fisik hingga korban dibanting dengan keras hingga kepalanya menghantam paving beton. Korban kemudian menangis.
Kanit Reskrim Polsek Gayamsari, AKP Sajudin, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima informasi mengenai video dugaan bullying tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (25/9) malam.
"Begitu informasi kami terima, piket fungsi langsung melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi di lokasi kejadian," ujar Sajudin kepada wartawan, Sabtu (26/9).
Petugas kemudian meminta keterangan dari tiga remaja yang diduga terlibat dalam aksi tersebut termasuk korban. Ketiganya merupakan pelajar SMP yang usianya masih 14 tahun atau di bawah umur.
"Dari penyelidikan, ada beberapa anak yang diduga terlibat dan ada di dalam video itu, untuk kami mintai keterangan di Mapolsek Gayamsari," jelas dia.
Ia menegaskan, kasus ini dilimpahkan ke Unit PPA-PPO Polrestabes Semarang lantaran pihak-pihak yang terlibat masih berusia anak, penanganan selanjutnya dilakukan oleh unit yang memiliki kewenangan dalam perkara anak.
"Karena semua orang yang terlibat masih anak-anak di bawah umur, kasus ini kami limpahkan ke Satuan Reserse PPA-PPO Polrestabes Semarang," jelas Sajudin.
Ibu korban Nurul Laela membenarkan adanya yang berinisial ODP (14) merupakan korban penganiayaan tersebut. Akibat peristiwa itu sang anak mengalami luka lebam pada wajah, tangan hingga kepala.
"Saya pulang kerja terus lihat kok anaknya saya pada luka-luka baru anak saya cerita. Saya marah dan mencari pelaku yang membully anak saya karena kepala anak saya sampai terhantam cor-coran semen," ungkap Nurul.
Nurul akhirnya melaporkan kasus ini ke Polsek Gayamsari karena setelah peristiwa ini sang anak juga mengalami pusing, mual dan trauma.
"Saya memilih membawa kasus ini ke ranah hukum dan melaporkan ke Polsek Gayamsari," kata Nurul.
