Ricuh Saat Kelangkaan BBM di Maros, Operator SPBU adu Jotos vs Pengendara

Fenomena antrean kendaraan mengular untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Sulsel, masih berlanjut. Di Maros, salah seorang operator SPBU, Syahran (21 tahun) dianiaya oleh pengendara sepeda motor yang ikut mengantre.
Keributan itu terjadi di SPBU Bentenge, Dusun Bentenge, Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulsel, pada Jumat (11/9) malam. Akibat peristiwa tersebut, Syahar mengalami luka sakit pada bagian pelipis kirinya.
Kapolsek Mandai, AKP Syamsul membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, penganiayaan itu dalam penyelidikan kepolisian.
"Iya benar, terjadi keributan di SPBU. Operator dianiaya pengendara motor," kata Syamsul saat dikonfirmasi kumparan, Sabtu (12/9) siang.
Keributan ini terjadi berawal saat korban sedang melayani pengisian BBM terhadap motor. Tiba-tiba, datang pelaku yang mengendarai sepeda motor berboncengan menyerobot antrean.
Pemotor yang belum diketahui identitasnya itu membawa jerigen. Ia meminta segera diisikan BBM pertalite. Tapi, korban menolak. Sehingga, mereka adu mulut hingga terjadi perkelahian.
"Pelaku memukul pelipis kiri korban dan korban berusaha melawan. Sehingga keributan terjadi," ucapnya.
Melihat keributan itu, pengendara lainnya yang juga ikut mengantre berusaha melerai mereka. Dan beruntung, keributan berhenti. Pelaku langsung kabur.
Kelangkaan BBM di Sulsel
Selama beberapa pekan terakhir, wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, Maros, Gowa, dan kabupaten lainnya, dilanda kelangkaan BBM. Di jalanan, nampak SPBU dipenuhi oleh antrean kendaraan yang mengular hingga keluar ke bahu jalan.
Tak tanggung-tanggung, antrean kendaraan itu diperkirakan hingga beberapa kilo meter. Dalam fenomena ini, banyak dari pengendara rela antre berjam-jam lamanya dan bahkan bermalam di SPBU demi untuk mengisi BBM kendaraannya.
Meskipun pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengeklaim telah menambah pasokan BBM dan menegaskan stok dalam kondisi aman, tapi antrean di lapangan tetap mengular parah.
