Riset BRIN: Pengguna Vape Tembus 4 Juta, Picu Masalah Diabetes-Pankreas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BRIN Arif Satria bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan keterangan pers usai rapat terbatas penanganan lahan gambut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BRIN Arif Satria bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan keterangan pers usai rapat terbatas penanganan lahan gambut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneliti dampak vape terhadap kesehatan penggunanya. Hasilnya, vape disebut berdampak pada tiga masalah kesehatan: diabetes, paru-paru, dan pankreas.

Riset itu dilakukan karena jumlah pengguna vape di Indonesia sudah menembus lebih dari 4 juta orang.

"Jadi vape itu menjadi salah satu ancaman karena saat ini pengguna vape sudah mencapai lebih dari 4 juta, ya," kata Kepala BRIN Arif Satria di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9).

"Vape ini secara medis dari uji yang dilakukan oleh BRIN berdampak kepada kesehatan, ya: satu masalah diabetes, kemudian dua masalah paru-paru, ya, kemudian yang tiga juga masalah pankreas, ya," papar dia.

Ilustrasi vaping. Foto: REUTERS/Mike Blake/Illustration

Celah Penyebaran Narkoba

Selain soal kesehatan, Arif menyebut vape kini rawan disalahgunakan karena bisa disusupi narkotika.

"Vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba. Sehingga ini hal yang saya kira harus benar-benar diantisipasi, oleh karena itu nanti Kepala BNN nanti bisa akan, dan Kementerian Kesehatan, ya, akan mengatur tentang hal itu," ungkapnya.