Rumah Eks Calon Walkot Sibolga Dilempar Batu oleh OTK, Kaca Mobil Pecah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CCTV penyerangan OTK terhadap rumah mantan calon Wali Kota Sibolga di Medan, Jumat (11/9/2026). Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
CCTV penyerangan OTK terhadap rumah mantan calon Wali Kota Sibolga di Medan, Jumat (11/9/2026). Foto: Dok. Pribadi

Rumah Fadhil Thoib Hutagalung (31) di Jalan Merpati, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, diduga dilempar oleh orang tidak dikenal (OTK), pada Jumat (11/9) sekitar pukul 03.25 WIB.

Fadhil diketahui pernah mencalonkan diri sebagai wali kota Sibolga pada tahun 2024.

Fadhil mengatakan, akibat pelemparan batu itu, kaca mobil miliknya pecah. Diduga pelaku berjumlah empat orang mengendarai dua sepeda motor.

Saat itu, Fadhil tidak berada di rumah dan bekerja di perusahaan swasta di luar kota. Hanya ada istri, dua anaknya, saudara istri dan kedua mertuanya. Sehingga total anggota keluarga yang di rumahnya ada enam orang.

"Itu pecah kaca depan mobilnya. Batu besar (dilempar)," kata Fadhil saat dihubungi, Jumat (11/9).

Fadhil mengatakan, ia tidak mengetahui apa alasan atau motif pelemparan tersebut. Sebab, ia bukan warga Medan dan ia telah kalah dalam pemilihan wali kota tersebut.

"Saya enggak tahu motifnya ini masih politik atau gimana, saya juga kurang tahu. Padahal, saya juga enggak ada kan sudah kalah. Daya kan posisinya di Sibolga pada saat itu pencalonannya. Saya enggak tahu ada muatan politik atau gimana ini," ujar Fadhil.

"Saya ini kan bukan orang Medan. Saya juga kan bekerjanya di luar Sumatera Utara. Makanya saya bingung ini. Kalau di Sibolga bisa jadi kejadiannya kan. Tapi ini kan saya enggak dikenal orang lah di Medan," sambung Fadhil.

Fadhil menyebut, peristiwa penyerangan oleh OTK ini bukan hanya satu kali terjadi. Namun, telah terjadi tiga kali.

Saat mencalonkan diri Pilkada wali kota pada tahun 2024, ia juga mengalami teror penyerangan oleh OTK di rumahnya, di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, pada 29 Oktober 2023.

Diduga pelaku melemparkan bensin lalu menyulutkan api hingga membakar mobilnya.

"Pada saat itu saya mencalonkan Wali Kota Sibolga diusung dari Partai Gerindra. Terus saya enggak tahu lah kenapa waktu itu rumah saya dibakar mobil saya. Lewat pagar dia itu menyiramkan bensin, terus menyalakan korek. Hiduplah apinya, bangun istri saya. Keluar semua ribut lah, datang pemadam semua," ucap Fadhil.

Sehingga, Fadhil pindah rumah ke Kecamatan Medan Sunggal, untuk menyelamatkan keluarganya.

Ia sudah melaporkan peristiwa penyerangan itu ke Polsek Helvetia. Namun, sampai sekarang belum ada diproses. Fadhil tidak ingin menyebarluaskan penyerangan itu di media sosial, sebab saat itu Fadhil sedang mencalonkan diri sebagai wali kota Sibolga.

"Kalau kemarin itu alasan saya 2023 tidak memposting itu saya takutnya akan dikira saya ada apalah gitu kan. Saya tidak mau ada asumsi-asumsi yang lain gitu. Terus pindah rumah gara-gara kejadian itu, karena menyelamatkan keluarga," tutur Fadhil.

Peristiwa penyerangan itu terjadi kembali di rumahnya Fadhil pada tanggal 30 Juli 2026. Saat itu, ada pelemparan baru oleh OTK yang menggunakan masker dan jaket.

"Kata istri saya itu ada teror batu dilempar juga, cuma batunya kena teras. Enggak kena mobil," ucap Fadhil.

Sementara itu, istri Fadhil bernama Tifani May Lova (31), menceritakan kejadian pelemparan yang terjadi pada Jumat (11/9). Ia mendengar suara lemparan dan suara alarm mobilnya.

Awalnya, penjaga rumah Tifani mengira suara alarm mobil itu karena orang lain yang sering lalu-lalang menggunakan sepeda motor. Namun, saat Tifani mau mengantarkan anaknya ke sekolah pada paginya, Tifani melihat kaca mobilnya pecah.

"Jadi, waktu mau ngantar anak sekolah jam 06.30 WIB, sudah kelihatan langsung batu sama pecahan kaca mobil. Langsung cek CCTV saya," ucap Tifani.

Setelah Tifani mengecek CCTV rumahnya, ia melihat terduga pelaku berjumlah empat orang menggunakan helm, jaket hitam dan masker.

Tifani mendapati dua batu besar yang menghantam kaca mobilnya. Sehingga, ada dua lubang pada kaca mobilnya.

"Dua kali lemparannya kaca depan bagian kanan (dua lubang)," ucap Tifani.

Tifani merasa tidak pernah memiliki hubungan tidak baik di lingkungannya, karena keluarganya baru pindah rumah selama empat bulan di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

"Kami di sini enggak ada (punya masalah). Karena kami di sini baru empat bulan pindah. Kurang tahu (motifnya)," imbuh Tifani.

Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa penyerangan tersebut ke Polrestabes Medan. Keluarga berharap agar pelaku dapat segera ditangkap.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, belum merespons saat dikonfirmasi kumparan mengenai pelaporan tersebut.