Sahabat Literasi Dorong Minat Baca Siswa Sekolah Rakyat Solok

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Program Sahabat Literasi di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok, Kabupaten Solok, sukses tingkatkan minat baca siswa melalui perpustakaan aktif dan kegiatan literasi harian, Sabtu (5/9/2026). Foto:  Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Program Sahabat Literasi di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok, Kabupaten Solok, sukses tingkatkan minat baca siswa melalui perpustakaan aktif dan kegiatan literasi harian, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Minat baca siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok meningkat seiring aktifnya perpustakaan dan kegiatan literasi di sekolah. Bahkan, sejumlah siswa mampu menyelesaikan membaca satu novel dalam sehari dan kembali meminjam buku lainnya.

Peningkatan tersebut menjadi bagian dari upaya menguatkan fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar dan pengembangan minat baca siswa, sejalan dengan arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) agar menghidupkan budaya literasi di seluruh lingkungan Sekolah Rakyat.

Arahan tersebut salah satunya diwujudkan melalui program Sahabat Literasi, kelompok siswa yang menjadi penggerak kegiatan literasi sekaligus perpanjangan tangan pengelola perpustakaan.

“Sejak ada perpustakaan dan Sahabat Literasi yang menggerakkan minat baca mereka, alhamdulillah minat bacanya meningkat,” kata Guru sekaligus Kepala Perpustakaan Enno Aulia Fitri di SRMP 5 Solok, Lubuk Selasih, Kabupaten Solok, Sabtu (5/9/2026).

Program Sahabat Literasi di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok, Kabupaten Solok, sukses tingkatkan minat baca siswa melalui perpustakaan aktif dan kegiatan literasi harian, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Menurutnya, Sahabat Literasi turut berperan dalam pengelolaan perpustakaan SRMP 5 Solok. Para siswa tidak hanya membantu mengelola buku, tetapi juga mengajak teman sebaya mengunjungi perpustakaan serta merekomendasikan buku yang menarik

Salah satu anggota Sahabat Literasi, Alvino (14), menjalankan peran tersebut dengan membantu merapikan buku dan mengajak teman-temannya membaca di perpustakaan. Ia juga mendapat jadwal piket untuk membantu kegiatan perpustakaan dan berdiskusi mengenai buku yang telah dibaca.

“Yang pertama merapikan buku, yang kedua mengajak teman-teman Sekolah Rakyat untuk membaca buku di perpustakaan,” kata Alvino.

Menurutnya, kondisi perpustakaan yang rapi dapat membuat siswa lebih tertarik untuk datang dan membaca.

“Kalau melihatnya rapi itu bagus dipandang, untuk mengajak teman-teman supaya tidak malas membaca,” ujarnya.

Program Sahabat Literasi di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok, Kabupaten Solok, sukses tingkatkan minat baca siswa melalui perpustakaan aktif dan kegiatan literasi harian, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Selain mengajak siswa membaca, Sahabat Literasi menjalankan kegiatan rutin setiap Kamis melalui morning literacy, mendongeng, dan menulis cerita pendek. Dalam morning literacy, mereka memilih dan menyiapkan buku yang akan dibaca siswa di kelas.

Menurut Enno, kegiatan literasi ini mulai berdampak terhadap kebiasaan membaca siswa. Buku fiksi seperti novel dan komik menjadi bacaan yang banyak diminati, sementara rekomendasi dari teman sebaya membantu siswa menemukan buku yang sesuai dengan minat mereka.

“Bahkan mereka ada yang satu novel itu sehari selesai. Kalau sudah selesai, mereka bisa kembalikan lagi terus pinjam yang baru,” kata dia.

Peningkatan minat baca juga didukung kondisi sekolah yang membatasi penggunaan gawai. Membaca menjadi salah satu aktivitas siswa ketika memiliki waktu luang, selain berolahraga.

Program Sahabat Literasi di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok, Kabupaten Solok, sukses tingkatkan minat baca siswa melalui perpustakaan aktif dan kegiatan literasi harian, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Perpustakaan SRMP 5 Solok buka sejak pagi pukul 07.00 hingga sore. Koleksinya didukung Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan perpustakaan daerah serta telah dikurasi pengajar agar ramah anak. Siswa dapat meminjam maksimal tiga buku selama empat hari dan memperpanjang masa peminjaman jika belum selesai membaca.

Para guru juga turut mendukung kegiatan literasi dengan mendorong siswa membaca dan memanfaatkan koleksi perpustakaan untuk mendukung pembelajaran di kelas, termasuk kegiatan membaca dan menulis.

Program Sahabat Literasi di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok, Kabupaten Solok, sukses tingkatkan minat baca siswa melalui perpustakaan aktif dan kegiatan literasi harian, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Enno berharap Sahabat Literasi dapat terus mengajak siswa menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang nyaman dan menyenangkan untuk membaca.

“Perpustakaan itu bukan suatu tempat yang bikin suntuk, tapi tempat yang bikin happy,” katanya.