Sains Berdampak: FMIPA UGM Kembangkan Bioavtur hingga AI Deteksi Sepsis Bayi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rektor UGM Prof Ova Emilia saat di acara Rapat Terbuka Senat Dalam Rangka Dies Natalis ke-71 FMIPA UGM di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM, Senin (21/9/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rektor UGM Prof Ova Emilia saat di acara Rapat Terbuka Senat Dalam Rangka Dies Natalis ke-71 FMIPA UGM di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM, Senin (21/9/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menggelar Rapat Terbuka Senat Dalam Rangka Dies Natalis ke-71 di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM, Senin (21/9).

Rapat Terbuka Senat tersebut bertema "Sains Berdampak: Akselerasi Global untuk Kemandirian Bangsa".

Rektor UGM Prof Ova Emilia dalam sambutannya mengatakan selama lima tahun terakhir FMIPA UGM telah menorehkan banyak prestasi, baik di berbagai kompetisi sains maupun olimpiade tingkat nasional dan internasional.

Riset dan inovasi mahasiswa juga terus didorong oleh FMIPA UGM, contohnya seperti minyak maggot black soldier fly.

"Sebagai bahan baku bioavtur untuk pesawat," kata Ova.

Ova mengatakan inovasi lain dari FMIPA UGM adalah kolaborasi tim peneliti multidisiplin dalam mengembangkan cNose, yaitu inovasi sensor berbasis AI untuk mendeteksi sepsis pada bayi.

"Inovasi sensor berbasis AI untuk mendeteksi penyakit sepsis atau infeksi pada bayi. Ini luar biasa," katanya.

Selain itu, menurut Ova, masih banyak produk inovasi lain yang menjadi bagian dari perwujudan komitmen FMIPA untuk mencetak inovasi berdampak.

"Ini catatannya katanya 820 hasil riset dosen dan telah diterapkan pada masyarakat, industri, dan pemerintah," katanya.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menggelar Rapat Terbuka Senat Dalam Rangka Dies Natalis ke-71 di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM, Senin (21/9/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sementara itu, Dekan FMIPA UGM Prof Kuwat Triyana mengatakan riset tidak boleh berhenti begitu saja, tetapi harus menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Ke depan, Fakultas MIPA perlu semakin serius membangun apa yang disebut dengan Research to Value Engine. Sebuah ekosistem yang mempertemukan tantangan nyata dari industri dengan kekuatan riset yang dimiliki. Sehingga inovasi dapat berkembang melalui lisensi, spin-off, joint development, maupun berbagai bentuk kolaborasi lainnya yang pada akhirnya menghasilkan dampak ekonomi sekaligus dampak sosial," kata Kuwat.

Kuwat mengatakan selama lima tahun terakhir FMIPA UGM mengikhtiarkan bersama meneguhkan sains berdampak dan akselerasi inovasi global untuk kemandirian bangsa.

"Bagi saya kalimat ini bukan sekadar slogan. Saya meyakini bahwa sains harus kokoh pada ilmu dasarnya, unggul dalam risetnya, tetapi pada akhirnya harus hadir memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, bagi industri, dan bagi bangsa ini," kata Kuwat.