Konten dari Pengguna

Salah, Bila Menganggap Pujian sebagai Motivasi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sering kali kita mengira bahwa pujian adalah sumber kekuatan terbesar untuk terus melangkah. Padahal, dalam kehidupan nyata, justru keraguan, cibiran, bahkan hinaan dari orang lain bisa menjadi bahan bakar yang membuat seseorang semakin kuat. Ketika seseorang mengatakan kita tidak mampu, terlalu bermimpi, atau tidak akan berhasil, kita memang tidak harus membalasnya dengan kata-kata. Cukup simpan ucapan itu sebagai pengingat bahwa perjalanan kita belum selesai. Sebab, tidak semua orang akan memahami perjuangan yang sedang kita jalani.

Kisah seperti ini pernah dialami Colonel Harland Sanders, pendiri KFC. Sebelum berhasil mengembangkan bisnis ayam gorengnya, Sanders menjalani berbagai pekerjaan dan menghadapi banyak penolakan. Resep ayam goreng yang kemudian menjadi terkenal itu pun tidak langsung diterima. Ia berkeliling menawarkan resepnya kepada berbagai restoran dan mengalami penolakan berkali-kali. Namun, ia tidak menjadikan penolakan tersebut sebagai alasan untuk berhenti. Ia terus mencoba, memperbaiki cara menawarkan produknya, hingga akhirnya berhasil membangun bisnis yang berkembang menjadi jaringan restoran besar.

Kisah Sanders menunjukkan bahwa keberhasilan sering kali bukan tentang siapa yang paling cepat mendapatkan hasil, melainkan siapa yang mampu bertahan ketika hasil belum terlihat. Orang boleh meragukan kita, tetapi jangan sampai keraguan mereka berubah menjadi keyakinan dalam diri kita sendiri. Hinaan tidak perlu dibalas dengan kemarahan, apalagi dengan keinginan untuk menjatuhkan orang lain. Balaslah dengan proses yang konsisten, kerja keras yang nyata, dan hasil yang suatu hari akan berbicara dengan sendirinya. Kita tidak perlu menjelaskan seluruh perjuangan kepada orang yang memang tidak ingin memahami.

Pegiat literasi TBM Lentera Pustaka

Karena itu, ketika hari ini ada yang meremehkan, jangan buru-buru menyerah. Mungkin jalan yang kita tempuh memang masih panjang, mungkin hasilnya belum terlihat, tetapi setiap langkah tetap memiliki arti. Tetap fokus, tetap rendah hati, dan terus belajar. Jangan bekerja keras hanya untuk membungkam orang lain, tetapi lakukan karena kita ingin menjadi manusia yang lebih baik daripada diri kita kemarin. Pada akhirnya, kemenangan terbesar bukan ketika orang yang menghina kita mengakui kesalahannya, melainkan ketika kita mampu membuktikan kepada diri sendiri bahwa kita tidak berhenti hanya karena pernah diremehkan.

Terkadang, motivasi terbesar bukan datang dari pujian, melainkan dari mereka yang meremehkan kita. Jadikan setiap keraguan sebagai bahan bakar untuk tumbuh, setiap hinaan sebagai pengingat untuk terus melangkah. Tidak perlu membuktikan diri lewat kata-kata: biarkan proses, kerja keras, dan hasil yang berbicara. Tetap fokus, tetap rendah hati, dan terus berproses menjadi versi terbaik diri kita sendiri. Semangat!