Satpam di Surabaya Ditemukan Tewas dalam Pos, Diduga Dibunuh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dekky (34), seorang satpam ditemukan tewas bersimbah darah di pos satpam gedung kosong di Jalan Sukomanunggal Jaya 11-15, Kota Surabaya, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dekky (34), seorang satpam ditemukan tewas bersimbah darah di pos satpam gedung kosong di Jalan Sukomanunggal Jaya 11-15, Kota Surabaya, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Seorang satpam bernama Dekky (34) ditemukan tewas bersimbah darah di pos satpam gedung kosong di Jalan Sukomanunggal Jaya 11-15, Kota Surabaya, Senin (11/5) pagi. Ia diduga menjadi korban pembunuhan.

"Ya seperti itulah kelihatannya (diduga dibunuh) saat setelah olah TKP. Kejadian diketahui itu laporan pukul 05.30 WIB tadi pagi. TKP di pos satpam atau pos sekuriti. Korbannya masih memakai pakaian satpam," kata Kapolsek Sukomanunggal, Kompol M Akhyar, saat dihubungi, Senin (11/5).

Akhyar mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh Kepala Sekuriti bernama Sutarno. Saat itu, ia merasa curiga korban tak kunjung melakukan serah terima jadwal.

"Jadi dia kebiasaan kalau sudah serah terima, taruh baju satpamnya di kantor situ. Terus kok curiga lampunya ini kok jam 05.00 WIB belum mati, SOP-nya kan harus mati, nah dilihat kok curiga," ucapnya.

Sutarno kemudian mengecek ke musala untuk mencari keberadaan korban. Namun korban tak ditemukan.

"Akhirnya dia melihat ke musala karena korban ini taat, sering salat gitu. Nah, dilihat di musala enggak ada, baru berjalan dilihat ke pos sekuriti kok ada bercak-bercak dan sampai di dalam ditemukan korban tergeletak," katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga mengalami enam luka tusukan di tubuhnya.

"Leher sebelah kanan, punggung sebelah kiri, lengan sebelah kiri belakang, siku sebelah kiri, dada sebelah kanan, perut sebelah kiri," ujarnya.

Ponsel Korban Hilang

Dari hasil pemeriksaan sementara, barang milik korban yang hilang berupa ponsel. Sementara motor milik korban ditemukan di lokasi.

"Karena sepeda motornya ada di samping, kemudian kunci sepeda motor masih menancap. Nah ini dugaannya kita belum tahu, apa motifnya, apa modus operandinya kita kan belum tahu kenapa kok hanya handphone-nya saja yang diambil," katanya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengejar pelaku.

"CCTV-nya enggak ada. Karena gedung itu sudah lama mangkrak sekitar 5-6 tahunan. Mangkrak gedung itu. Belum terdeteksi pelakunya," ucapnya.